MATATELINGA, Washington: Seorang pendaki berpengalaman ditemukan tewas pada hari Sabtu di dalam kawah Gunung St. Helens, sebuah gunung berapi di negara bagian Washington yang menarik para pendaki, pemain ski, dan snowboarder sepanjang tahun.Para pejabat mengatakan dia mencoba melakukan snowboarding dan meninggal setelah terjatuh sekitar 1.200 kaki dari puncak, di mana lapisan es retak di dekat tepi di bawah kakinya.Pendaki tersebut diidentifikasi sebagai Roscoe "Rocky" Shorey, berusia 42 tahun dari Washougal, Washington, menurut Kantor Sheriff Skamania County. Dalam pernyataannya, kantor tersebut menyebut Shorey sebagai "seorang pendaki gunung berpengalaman" yang telah berhasil mencapai puncak Gunung St. Helens sebanyak 28 kali sebelumnya.BACA JUGA:
'Mungkin Texas Bertindak Terlalu Jauh' dengan Undang Undang ImigrasiKetika dia tiba di puncak Gunung St. Helens, pihak berwenang percaya bahwa Shorey menemukan sebuah cornice besar yang kemudian memisahkan diri dari sisa gunung berapi dan menabrak kawah. Cornice pada dasarnya adalah balok salju yang menjorok dan padat dan bertengger di puncak gunung atau punggung bukit.Mereka bisa menjadi kurang kokoh dan sulit dideteksi dalam cuaca hangat.BACA JUGA:
Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 215 Perwira Tinggi TNISheriff mengatakan bahwa jenazah Shorey ditemukan pada hari Sabtu oleh sekelompok pendaki yang mencapai puncak gunung sekitar pukul 7 pagi dan melihat berbagai barang pribadi di dekat tepi kawah, termasuk ransel dan alat perekam digital. Di dekatnya, sebuah cornice salju telah pecah dan terjun ke dalam kawah.Tim SAR berhasil menemukan jenazah tersebut setelah diterbangkan ke dalam kawah itu sendiri dan kemudian berjalan kaki menuju sisa-sisanya.[br]"Kantor Sheriff Skamania County ingin mengingatkan para pendaki akan bahaya cuaca hangat terhadap objek wisata pegunungan setempat," kata pernyataan mereka.Kantor sheriff akan bekerja sama dengan kru pencarian dan penyelamatan untuk menyusun laporan yang lebih menyeluruh mengenai keadaan seputar kematian Shorey, dengan masukan dari Northwest Avalanche Center. Laporan awal dari pusat longsoran salju mencakup temuan serupa dengan yang dikeluarkan oleh sheriff."NWAC dengan sedih melaporkan kematian akibat longsoran salju akibat jatuhnya cornice di Gunung St. Helens," kata pusat tersebut dalam sebuah pernyataan."Pada hari Jumat, 29 Maret 2024, seorang snowboarder mencapai puncak. Saat berdiri di dekat puncak, dia memicu sebuah cornice dan terjatuh hingga tewas. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga, teman, dan komunitas."