MATATELINGA, Gaza: Sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gaza pada Kamis (6/6/2024) dituding menjadi komleks Hamas dan tempat persembunyian anggota Hamas, dihantam jet Israel, mengakibatkan 27 orang tewas yang mencari perlindungan.Israel menduga para pejuang Hamas yang terlibat dalam serangan 7 Oktober yang memicu perang delapan bulan tersebut bersembunyi di sekolah itu.Ismail Al-Thawabta, direktur kantor media pemerintah yang dikelola Hamas, menolak klaim Israel bahwa sekolah PBB di Nuseirat, di Gaza tengah, telah menyembunyikan pos komando Hamas.BACA JUGA:
Pendaki Menemukan Pipa yang Mengalirkan Air ke air Terjun Tinggi di Tiongkok"Pendudukan menggunakan kebohongan terhadap opini publik melalui cerita palsu untuk membenarkan kejahatan brutal yang dilakukan terhadap puluhan pengungsi," kata Thawabta kepada Reuters.Militer Israel mengatakan bahwa sebelum serangan jet tempur Israel, militer mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko kerugian bagi warga sipil.[br]Israel mengatakan tidak akan ada penghentian pertempuran selama perundingan gencatan senjata.Sementara itu, dalam pukulan nyata terhadap proposal gencatan senjata yang digembar-gemborkan pekan lalu oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pemimpin Hamas pada Rabu (5/6/2024) mengatakan kelompok itu akan menuntut diakhirinya perang di Gaza secara permanen dan penarikan Israel sebagai bagian dari rencana gencatan senjata.Ucapan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh itu seolah menjadi jawaban kelompok militan Palestina terhadap usulan yang disampaikan Biden pekan lalu. Washington mengatakan pihaknya sedang menunggu jawaban dari Hamas atas apa yang digambarkan Biden sebagai inisiatif Israel."Gerakan dan faksi-faksi perlawanan akan menangani secara serius dan positif setiap perjanjian yang didasarkan pada penghentian agresi secara komprehensif dan penarikan penuh serta pertukaran tahanan," kata Haniyeh.