MATATELINGA, Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjamu Presiden Iran minggu ini untuk penandatanganan pakta kemitraan luas antara Moskow dan Teheran, kata Kremlin pada Senin (13/1/2025).Perjanjian mengenai “kemitraan strategis komprehensif” antar negara akan ditandatangani selama kunjungan Presiden Iran Masoud Pezeshkian ke Moskow pada hari Jumat, kata Kremlin.Ia menambahkan bahwa para pemimpin akan membahas rencana untuk memperluas perdagangan dan kerja sama di bidang transportasi, logistik dan bidang kemanusiaan serta “masalah-masalah akut dalam agenda regional dan internasional.”BACA JUGA:
Kekerasan merajalela di Memphis Setelah Badai Musim DinginUkraina dan negara-negara Barat menuduh Teheran memberi Moskow ratusan drone yang bisa meledak untuk digunakan di medan perang di Ukraina dan membantu meluncurkan produksinya di Rusia.Pengiriman drone dari Iran, yang dibantah oleh Moskow dan Teheran, telah memungkinkan terjadinya rentetan serangan drone jarak jauh terhadap infrastruktur Ukraina.Iran, sebaliknya, menginginkan senjata canggih Rusia seperti sistem pertahanan udara jarak jauh dan jet tempur untuk membantu menangkis kemungkinan serangan Israel.[br]Teheran sudah lama berharap mendapatkan jet tempur Sukhoi Su-35 canggih dari Rusia untuk meningkatkan armadanya yang menua dan tertatih-tatih akibat sanksi internasional, namun hanya menerima beberapa jet latih Yak-130 pada tahun 2023.Pezeshkian akan mengunjungi Moskow tiga hari sebelum pelantikan Presiden terpilih AS Donald Trump, yang berjanji menjadi perantara kesepakatan damai mengenai Ukraina.Iran menghadapi tekanan yang semakin besar di Timur Tengah. Apa yang disebut sebagai "Poros Perlawanan" telah hancur ketika kelompok militan Palestina Hamas menjadi sasaran serangan Israel yang gencar.Kelompok militan Lebanon Hizbullah juga terluka parah dalam serangkaian serangan dan invasi darat Israel ke Lebanon. Pemerintahan Suriah yang dipimpin oleh Bashar Assad, yang telah lama didanai oleh puluhan miliar dolar dari Iran, telah runtuh.[br]Teheran kemungkinan besar berharap mendapatkan janji finansial dan pertahanan dari Moskow. Namun, terdapat peningkatan ketidakpuasan terhadap Rusia di dalam Garda Revolusi Iran, sebuah kekuatan paramiliter yang hanya bertanggung jawab kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang berusia 85 tahun. Pekan lalu, sebuah rekaman audio bocor ke media Iran dan seorang jenderal Garda Revolusi menyalahkan Rusia atas banyak kesengsaraan yang dialami Iran di Suriah.