MATATELINGA, Rusia: Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui hubungan bilateral yang semakin erat antara kedua negara dalam pertemuan di Istana Konstantinovsky di St. Petersburg, Rusia, Kamis (19/6/2025).Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya atas dukungan Rusia dalam mempercepat keanggotaan penuh Indonesia di BRICS, kelompok negara ekonomi berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, dan anggota baru lainnya.“Saya sangat berterima kasih atas dukungan Rusia dalam mengamankan keanggotaan penuh Indonesia di BRICS dalam waktu yang sangat singkat,” katanya kepada Presiden Putin.
BACA JUGA:Dua Jet Tempur Sukhoi SU-27/30 Lanud Sultan Hasanuddin, Paksa Mendarat Pesawsat AsingIa juga mencatat peningkatan hubungan Indonesia-Rusia, terutama sejak pelantikannya pada bulan Oktober 2024.“Hubungan kami terus tumbuh. Pejabat senior Rusia telah mengunjungi Indonesia, dan saya juga telah bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Denis Manturov tahun ini,” katanya.Presiden Putin, pada bagiannya, menyambut hangat Prabowo dan menyatakan optimisme tentang perluasan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan dan antariksa.“Kami memiliki banyak peluang dan potensi besar untuk kerja sama,” kata Putin.[br]Ia juga menyampaikan harapan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS akan memberikan kontribusi yang berarti bagi blok ekonomi tersebut.Pertemuan diawali dengan diskusi empat mata (tête-à-tête) selama 10 menit antara kedua pemimpin, diikuti dengan pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi masing-masing.Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan.Anggota delegasi Indonesia lainnya antara lain Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.Setelah pertemuan resmi, Presiden Putin mengadakan makan siang untuk menghormati Presiden Prabowo dan delegasinya.