MATATELINGA, Istanbul: Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersikukuh mempertimbangkan serangan militer terhadap Iran meski pantauan intelijen AS dan Israel menyimpulkan program nuklir Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS saat ini.
Menurut pejabat AS dan Eropa sebagaimana dikutip laporan khusus The New York Times, Jumat (30/1/2026) tak banyak bukti yang menunjukkan Iran telah memulai kembali program pengayaan uranium tingkat tinggi atau memproduksi rudal baru hingga enam bulan setelah serangan AS pada Juni tahun lalu.
Baca Juga: Rusia menembakkan 111 drone dan Satu Rudal Balistik ke Ukraina Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait waktu dan alasan mengapa AS saat ini memberi ancaman baru kepada Iran.