MATATELINGA, Washington: China sedang memperbesar persenjataan nuklirnya secara masif, sangat cepat, dan tanpa keterbukaan, tuduhan Amerika Serikat. Tuduhan itu mencuat tak lama setelah Perjanjian New START, yakni kesepakatan pengendalian senjata nuklir terakhir antara AS dan Rusia, resmi berakhir pada 5 Februari 2026.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, tak ada lagi perjanjian yang membatasi jumlah senjata nuklir paling mematikan di dunia. Situasi tersebut langsung memicu kekhawatiran luas mengenai potensi perlombaan senjata nuklir baru.
Pejabat AS mengkritik kelemahan New START
Halaman :
Notice: Undefined variable: max_pages in
/home/matateli/public_html/amp/detail.php on line
258
Notice: Undefined variable: max_pages in
/home/matateli/public_html/amp/detail.php on line
258