MATATELINGA, Moskow: Amerika Serikat dan Israel tidak memiliki alasan untuk melancarkan serangan terhadap Iran dan hal itu menimbulkan keraguan tentang keseriusan AS dalam negosiasi nuklir dengan Iran. Hal tersebut disampaikan Mikhail Ulyanov, Perwakilan Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina, Austria, Senin (2/3/2026).
"Kami ingin perundingan (tentang program nuklir Iran) dilanjutkan," katanya.
Namun, kata Ulyanov, "sulit membayangkan" setelah serangan tersebut dilakukan perundingan akan dilanjutkan "seolah tidak terjadi apa-apa."
"Hal yang paling mengejutkan adalah tidak ada alasan untuk melakukan aksi militer tersebut," ujarnya seusai sidang khusus Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai serangan AS-Israel.
Baca Juga: Terkait Pencairan Dana BOS, Disdik Sumut Pastikan 96% RKAS Telah Disahkan Ia mengatakan perundingan masih berlangsung pekan lalu sebelum
Iran akhirnya dibombardir AS dan Israel.
Menurut Ulyanov, perundingan itu mulai menunjukkan perkembangan nyata. Otoritas Oman dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi juga mencatat hal tersebut.
"Saya beberapa kali berbicara dengannya pekan lalu. Tiba-tiba, pengeboman dimulai. Bagaimana bisa? Ini menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan AS dalam bernegosiasi terkait program nuklir Iran," kata Ulyanov, dikutip laman Sputnik.