MATATELINGA, Teheran: Sejak revolusi 1979, otoritas tertinggi di Iran berada di tangan pemimpin tertinggi, meskipun distribusi kekuasaan di seluruh sistem ulama dan Korps Garda Revolusi telah memastikan bahwa kekuatan rezim tetap berakar kuat jika pemimpin tertinggi meninggal dunia.
Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei, telah dipilih oleh Majelis Pakar sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran, menurut laporan media Negeri Para Mullah. Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai ayatollah baru diumumkan secara lantang oleh penyiar di televisi negara tersebut.
"Terlepas dari kondisi perang yang akut dan ancaman langsung musuh terhadap lembaga populer ini, serta terlepas dari pemboman kantor Sekretariat Majelis Pakar yang mengakibatkan gugurnya beberapa anggota staf dan tim keamanan, proses pemilihan dan pengangkatan kepemimpinan sistem Islam tidak terhenti sedetik pun," demikian isi pengumuman tersebut, sebagaimana dilansir BBC.