MATATELINGA,Moskow: Sebanyak20.000 migran dikabarkanmenyeberangi perbatasan darat menuju Ceuta, sebuah kota otonom Spanyol di Afrika Utara, tanpa menemui perlawanan dari pasukan keamanan Maroko, seperti dilaporkansurat kabar El Mundodengan mengutip beberapa sumber penegak hukum.
Setelah sebagian besar migran tersebutmenyeberangi perbatasan, polisi pun turun tangan untuk berusaha mengendalikan arus migran dan mengarahkan mereka ke gudang-gudang yang digunakan sebagai pusat penahanan sementara, menurut laporan surat kabar itu pada Kamis (30/7/2026).
Pada pekanini, KotaCeuta mengalami lonjakan tajam kedatangan jumlah migran dari Marokoyang berusaha memasuki kota otonom Spanyol yang terletak di Afrika Utara itu dengan berenang maupun berjalan kaki,dikutip.
Baca Juga: Tuntut Ribuan Orang Turun ke jalan, "Rumah untuk rakyat, bukan keuntungan" Pada Kamis (30/7/2026), ribuan pemuda asal Maroko berkumpul di perbatasanMaroko dan Ceuta. Selanjutnya, pihak berwenang mengerahkan tambahan pasukan polisi, militer, dan penjaga sipil ke kota tersebut.