MATATELINGA,Moskow: Konflik bersenjata di LautHitam sebagai respons atas serangan pesawat nirawak (drone) terhadapkapal-kapal di perairan, Presiden Bulgaria Iliana Iotova menyerukan penghentian.
"Kita perlu memberlakukan moratorium terhadap konflikbersenjata di Laut Hitam dan mengubah kawasan ini menjadi zona keamananbersama," ujarnya, saat memimpin rapat darurat Dewan Konsultatif KeamananNasional pada Rabu (7/10/2026), sebagaimana dikutip dari stasiun televisinasional Bulgaria BNT.
Lotova menambahkan, bahwa Bulgaria harus mengambil peran aktifdalam upaya negosiasi untuk mencapai kesepakatan di antara negara-negarapesisir Laut Hitam. Ia juga secara khusus menyoroti pentingnya menjagakomunikasi dengan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Baca Juga: Sejumlah Sekolah Pada SPMB 2026/2027 Menerima Murid Baru Kurang Dari Satu Rombel "Bulgaria harus segera mengadakan pembicaraan dengan Rumaniadan Turkiye mengenai langkah-langkah bersama untuk menghentikan seranganterhadap kapal niaga di Laut Hitam dan memastikan keamanan pelayaran,"ucap Iotova.
Lebih lanjut, ia menyatakan perlunya meminta bantuan dariOrganisasi Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untukmeninjau aspek hukum atas insiden yang terjadi di Laut Hitam.
Iotova juga mendorong pengesahan resolusi yang menjamin kebebasandan keselamatan navigasi pelayaran di wilayah tersebut.
Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev, Selasa (6/10)mengungkapkan bahwa dua kapal yang melintas dalam Zona Ekonomi Eksklusif(ZEE) negara tersebut diserang oleh sejumlah pesawat nirawak.
Baca Juga: Usulan Sekretaris Jenderal NATO , di Tolak Pemerintah Inggris dan Prancis Akibat serangan itu, satu kapal dilaporkan terbakar, sementarasatu lainnya tenggelam. Pemerintah Bulgaria menyatakan belum memiliki informasimengenai siapa pemilik drone tersebut.
Baca Juga: Kajati Sumut Tunjuk Herlangga Wisnu Murdianto jadi Plh Kajari Karo