MATATELINGA, New York: Seperti diatur dalam perjanjian tersebut, menurut Hersh, AS akan menunda pengumuman kematian Bin Laden selama seminggu dan mengatakan dia tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Afghanistan.Namun, kata Hersh, Obama mengingkari perjanjian itu setelah sebuah helikopter AS jatuh pada saat serangan itu terjadi, dan Gedung Putih khawatir tidak bisa membendung tersebarnya kabar mengenai insiden itu.Jadi malam itu, Obama mengumumkan bahwa pasukan khusus Angkatan Laut AS melakukan serangan setelah berbulan-bulan mengumpulkan informasi intel rahasia, tanpa sepengetahuan militer Pakistan, dan diakhiri dengan baku tembak yang berujung pada kematian Bin Laden."Cerita dari Gedung Putih seperti karangan Lewis Carrol," tulis Hersh di edisi terbaru London Review of Books, merujuk pada penulis buku Alice in Wonderland. Artikel Hersh diakhiri dengan hujatan kepada kebijakan luar negeri Obama secara keseluruhan."Pembohongan tingkat tinggi tetap masih menjadi modus operandi kebijakan AS, seperti penjara-penjara rahasia, serangan pesawat tanpa awak, razia pasukan khusus, melangkahi rantai komando dan membungkam mereka yang berani menentang," tulis Hersh.Berita mengenai tulisan Hersh ini menyebar dengan cepat dan mulai muncul di perbincangan politik di berbagai media sosial. Halaman yang memuat tulisan itu di situs London Review of Books juga sempat tidak berfungsi karena begitu banyak orang yang ingin membaca tulisan Hersh.Dalam waktu singkat rekan-rekan Hersh sesama jurnalis juga mulai mempertanyakan keaslian cerita tersebut. Seperti yang biasa terjadi pada teori konspirasi, mungkin kritik terbesar untuk cerita Hersh adalah bahwa dia berasumsi banyaknya karakter-karakter yang terlibat dapat bekerja dengan efektif dan dapat menjaga rahasia.Pada tiga tahun terakhir, misalnya, Hersh pernah menulis artikel menuduh pemerintahan George W Bush melatih militer Iran di Nevada, dan artikel lainnya mengenai andil Turki pada serangan senjata kimia di Suriah. Dalam sebuah wawancara televisi, Hersh mencoba membalikkan kritik yang diarahkan padanya. Dia mengatakan versi cerita pemerintah AS-lah yang sukar dipercaya."Sebanyak 24 atau 25 orang berada ditengah Pakistan, membunuh seorang Bin Laden tanpa pengamanan udara, perlindungan, pengamanan, dan tanpa masalah – apakah Anda serius? Saya minta maaf bila ini bertentangan dengan apa yang dipercaya publik. Saya telah melakukan ini seumur hidup, dan saya mengerti dampaknya," jelas Hersh.(Mtc/net)