MATATELINGA, Jakarta: Pemerintah China dan Filipina mengatakan, jumlah korban jiwa akibat keganasan Topan Mangkhut telah mencapai sedikitnya 69 orang dan puluhan korban lainnya masih dilaporkan hilang. Topan dahsyat itu dilaporkan telah melemah pada Senin pagi dan bergerak lebih dalam kea rah selatan China membawa angin dan hujan deras.Laporan Kepolisian Nasional Filipina yang dilansir AP, Senin (17/9/2018) menyebutkan jumlah korban jiwa sampai Senin siang adalah 65 tewas, 43 orang hilang dan 64 mengalami luka-luka. Sementara itu aparat berwenang China melaporkan empat orang tewas akibat pohon yang roboh dan material gedung yang jatuh di Guangdong.Banyak korban yang hilang di Filipina adalah para penambang emas dan keluarga mereka yang dikhawatirkan terkubur dalam longsor saat mencari perlindungan di sebuah kapel di Provinsi Benguet.Mangkhut menghantam utara Filipina pada Sabtu sebelum melanda China selatan pada Minggu. Topan yang membawa angin dengan kecepatan 196 kilometer per jam itu adalah topan terkuat kuat yang menghantam Hong Kong sejak 1979.