Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Media Inggris Beberkan Identitas Lelaki yang Menyebar Zat Beracun, Diduga Intelijen Rusia

Media Inggris Beberkan Identitas Lelaki yang Menyebar Zat Beracun, Diduga Intelijen Rusia

- Kamis, 27 September 2018 08:51 WIB
Media Inggris Beberkan Identitas Lelaki yang Menyebar Zat Beracun, Diduga Intelijen Rusia / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: JATI diri salah satu tersangka pelaku penyerangan mantan mata-mata Rusia di Inggris diungkap oleh sebuah laman jurnalisme investigasi.Dalam artikelnya yang diunggah pada 26 September 2018, situs the Bellingcat mengklaim pria bernama Ruslan Boshirov sejatinya adalah Kolonel Anatoliy Chepiga, agen badan intelijen militer Rusia atau GRU.Lebih jauh, Bellingcat mengklaim bahwa Kolonel Chepiga pernah menjadi serdadu yang bertugas di Chechnya dan mendapat penghargaan tertinggi—Pahlawan Federasi Rusia. Penghargaan semacam itu biasanya disematkan langsung oleh Presiden Vladimir Putin.Untuk mendukung klaim tersebut, Bellingcat menampilkan dokumen paspor Anatoliy Vladimirovich Chepiga.Boshirov dan seorang warga Rusia lainnya, Alexander Petrov, menjadi tersangka insiden penyerangan terhadap mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya, Yulia, di Kota Salisbury pada Maret lalu.Walau terpapar zat beracun Novichok, Skripal dan Yulia luput dari maut setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, Dawn Sturgess—perempuan yang tidak terkait dengan Skripal—meninggal dunia pada Juli lalu lantaran terpapar zat serupa.Para pejabat Inggris tidak berkomentar atas temuan situs the Bellingcat mengenai jati diri Boshirov yang sebenarnya. Namun, sebelumnya, sejumlah penyelidik Inggris berkata bahwa Boshirov adalah agen intelijen Rusia.Ditengarai Boshirov berkunjung ke Inggris menggunakan paspor palsu bersama Alexander Petrov. Pemerintah Inggris menuduh mereka adalah agen intelijen militer Rusia, GRU.Rusia selalu membantah tudingan tersebut dan Presiden Vladimir Putin mengatakan mereka adalah warga sipil.Keduanya muncul di televisi pemerintah Rusia dan mengklaim mereka adalah turis yang mengunjungi Salisbury untuk melihat katedral.Penerbitan artikel mengenai identitas salah seorang tersangka dalam kasus penyerangan di Salisbury mengemuka setelah seorang aktivis band punk Pussy Riot, Pyotr Verzilov, diduga telah diserang menggunakan racun.Dia mengaku "sangat yakin" bahwa serangan itu didalangi oleh badan intelijen Rusia.Koresponden BBC di bidang keamanan, Gordon Corera, mengatakan belum diketahui secara pasti apakah kedua insiden terkait. Namun, kasus-kasus itu, menurutnya, menunjukkan bahwa Rusia bersedia mengambil langkah "semakin agresif" dan "berisiko"."Mereka tampak kurang khawatir tertangkap basah—lebih berani," ujar Corera.

Editor
:
Sumber
: okz

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Mata-mata Rusia ‘bayar remaja untuk bakar Ikea’

Internasional

Dibalik Kegembiraan Pembebasan warga Amerika, Terdapat Kekhawatiran

Internasional

Tiga Benda Terbang Tak Dikenal dari China Di Tembak Jatuh AS

Internasional

Meradang! AS Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua

Internasional

Lewat Perang Ukraina, Barat Berupaya Mengetahui Isi Kepala Putin

Internasional

Upaya AS Membangun Pangkalan Mata Mata di Inggris