Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
'Tersembunyi' Selama 400 Tahun, Kapal Peninggalan Zaman Kolonial Ditemukan di Portugal

'Tersembunyi' Selama 400 Tahun, Kapal Peninggalan Zaman Kolonial Ditemukan di Portugal

- Kamis, 27 September 2018 09:08 WIB
Tersembunyi Selama 400 Tahun, Kapal Peninggalan Zaman Kolonial Ditemukan di Portugal / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: Ahli arkeologi telah menemukan puing-puing sebuah kapal yang tenggelam 400 tahun lalu di pantai Portugal. Para ahli mengatakan penemuan ini adalah "penemuan terpenting dekade ini" dan merupakan "penemuan terpenting sepanjang sejarah Portugal".Puing kapal dalam kondisi sangat terawat itu ditemukan di kedalaman 12 meter di bawah permukaan laut, dekat kota wisata Cascais, dekat dengan ibukota Portugal, Lisbon. Kapal itu diyakini tenggelam antara tahun 1575 dan 1625.Para peneliti meyakini bahwa kapal itu tenggelam dalam perjalanan kembali dari India, pada puncak perdagangan rempah Portugal dengan Asia. Kapal itu dipenuhi dengan berbagai artefak seperti rempah-rempah, keramik dan sembilan meriam perunggu yang diukir dengan lambang Portugal."Dari perspektif warisan sejarah, ini adalah penemuan dekade ini," kata Direktur Proyek, Jorge Freire kepada Reuters sebagaimana dilansir RT, Rabu (26/9/2018). Dia menyebutnya "penemuan paling penting sepanjang masa" bagi Portugal.Potongan porselen China dari akhir abad 16 dan awal abad ke-17, serta kerang cowry, suatu bentuk mata uang yang digunakan dalam perdagangan budak selama era kolonial, juga ditemukan di dalam kapal tersebut.Kapal itu ditemukan di Sungai Tagus pada awal September sebagai bagian dari proyek arkeologi gabungan 10 tahun Kota Cascais, Universitas Nova di Lisbon, dan pemerintah dan angkatan laut Portugal.

Editor
:
Sumber
: okz

Tag:

Berita Terkait