MATATELINGA, Jakarta: Arab Saudi mengakui terjadinya kesalahan target yang dilakukan oleh militer koalisi pimpinannya pada operasi di Yaman yang menyebabkan korban jiwa warga sipil, termasuk anak-anak dan tengah berusaha keras untuk memperbaiki kesalahan tersebut.Hal itu disampaikan oleh Arab Saudi pada Senin di tengah tekanan yang semakin kuat dari dunia internasional dan sekutu-sekutunya untuk mengurangi jumlah korban warga sipil pada perang saudara di Yaman. Diperkirakan lebih dari 10.000 jiwa telah tewas dalam perang yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun itu.Arab Saudi memimpin koalisi negara-negara Arab bertempur melawan kelompok Houthi yang mengontrol ibukota Yaman.Komite Hak Anak PBB pada Senin melakukan pemeriksaan terhadap catatan kepatuhan Arab Saudi terhadap protokol perjanjian tentang anak-anak dalam konflik bersenjata dan berulangkali mengangkat isu mengenai terbunuhnya anak-anak dalam serangan udara koalisi di Yaman."Ini telah berlangsung beberapa tahun. Namun tetap tidak ada informasi bahwa pelaku atau orang yang bertanggung jawab atas tindakan semacam ini telah dituntut atau dijatuhi sanksi atau ditangani dengan cara apa pun, " kata Wakil Pimpinan Panel, Clarence Nelson.Osaiker Alotaibi dari kementerian pertahanan Arab Saudi mengatakan kepada panel beranggotakan 18 ahli independen bahwa aliansi yang dipimpin Saudi berkomitmen untuk menegakkan hukum kemanusiaan internasional. Koalisi itu memiliki daftar 64.000 target potensial di Yaman yang terlarang untuk diserang, termasuk sekolah dan rumah sakit.Dia mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan koalisi telah mengungkap adanya "kesalahan yang tidak disengaja" terjadi dalam beberapa operasi di Yaman."Satuan tugas merekomendasikan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban dan korban harus mendapatkan ganti rugi," kata Alotaibi sebagaimana dilansir Reuters Selasa (2/10/2018).Pimpinan Panel, Renate Winter mempertanyakan mengapa koalisi terus menerus menyerang sekolah dan rumah sakit dan serangan terhadap bus sekolah yang berisi anak-anak di Provinsi Saada pada Agustus lalu."Anda bilang itu kecelakaan. Berapa banyak kecelakaan seperti itu yang dapat Anda tanggung dan berapa banyak kecelakaan seperti itu yang dapat ditanggung oleh orang-orang di Yaman? " ujarnya.Bulan lalu, koalisi pimpinan Saudi mengakui bahwa serangan terhadap bus sekolah itu tidak dapat dibiarkan dan berjanji akan menghukum siapa saja yang bertanggungjawab atas kesalahan itu.