MATATELINGA, Jakarta: Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan pasukannya yang mengawasi wilayah Laut China Selatan dan Taiwan menilai situasi yang mereka hadapi dan meningkatkan kapabilitasnya untuk siap menghadapi perang. Dalam pidatonya di Guangdong, Xi mengatakan bahwa pasukan di wilayah itu memiliki tanggungjawab militer yang berat."Penting untuk memperkuat misi ... dan berkonsentrasi persiapan untuk berperang. Kita perlu mempertimbangkan semua situasi yang rumit dan membuat rencana darurat dengan tepat," kata Xi dalam pidato yang dikutip CCTV dan dilansir South China Morning Post, Senin (29/10/2018)."Kita harus meningkatkan latihan kesiapan tempur, latihan bersama dan latihan konfrontatif untuk meningkatkan kemampuan prajurit dan persiapan untuk perang."Xi melakukan kunjungan ke komando militer di Guangdong pada Kamis pekan lalu sebagai bagian dari kunjungan empat hari ke provinsi-provinsi di selatan China. Pidato itu disampaikan di tengah memanasnya situasi di wilayah Laut China Selatan dan hubungan dengan Taiwan dan Amerika Serikat (AS).Di Laut China Selatan, sejumlah manuver yang dilakukan kapal-kapal AS di dekat wilayah sengketa membuat situasi di kawasan semakin tegang. Awal bulan ini, sebuah kapal perusak China hampir bertabrakan dengan kapal perang AS di wilayah tersebut.Sementara hubungan China dengan Taiwan terus memburuk sejak Tsai Ing-wen yang pro kemerdekaan menjabat sebagai presiden pada 2016. Beijing menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya dan tidak mengesampingkan pilihan untuk mengambil tindakan militer jika Taiwan berusaha untuk mendeklarasikan kemerdekaannya.