MATATELINGA, Kabul: Sedikitnya 26 orang jemaah yang sedang menunaikan ibadah salat Jumat tewas dan mencederai puluhan orang lainnya, akibat serangan di komplek militer bom bunuh yang menyasar masjid terjadi di wilayah Provinsi Khost, Afghanistan. Juru Bicara Tentara Nasional Afghanistan, Kapten Abdullah mengungkapkan, serangan itu terjadi sewaktu pelaksanaan salat Jumat. Saat itu jamaah yang hadir jumlahnya memang lebih banyak dari biasanya.Seperti dilansir VOA Indonesia, Sabtu (24/11/2018), saluran televisi Afghanistan, Tolo menyebutkan bahwa mereka yang tewas semuanya berasal dari Resimen ke-2 Tentara Nasional Afghanistan di Distrik Mandozai.Hingga kini pihak otoritas setempat sedang melakukan untuk mengungkap dalang penyerangan ini. Serangan tersebut terjadi dua hari pasca-serangan bom bunuh diri yang menewaskan puluhan orang di Kabul dalam suatu upacara keagamaan.Keamanan di Afghanistan dilaporkan belakangan semakin memburuk. Misi Bantuan PBB di sana yakni UNAMA mencatat bahwa jumlah tertinggi warga sipil yang tewas dan luka, hampir mencapai 1.700 orang, antara Januari dan Juni tahun ini. Bulan ini Presiden Ashraf Ghani mengungkapkan bahwa hampir 30 ribu personel keamanan Afghanistan meregang nyawa sejak awal 2015 silam sewaktu Afghanistan mengambil alih tanggung jawab keamanan negaranya dari NATO.Amerika Serikat (AS) kini berusaha untuk memulai perundingan dengan Taliban guna membantu menyusun peta jalan menuju perdamaian. Utusan khusus negeri Paman Sam, Zalmay Khalilzad berada di kawasan itu selama lebih dari sepekan. Ia bertemu para wakil Taliban di Doha, Qatar, serta berbagai kelompok masyarakat Afghanistan.