Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Masuk Pulau Terpencik, Turis Asal AS Tewas dibunuh

Masuk Pulau Terpencik, Turis Asal AS Tewas dibunuh

- Sabtu, 24 November 2018 14:15 WIB
Google
Pulau Sentinel berjaga di pantai pulau
MATATELINGA, Port Baliar:  Setelah mengunjungi kepulauan terpencil di India, Andaman dan Nicobar yang terlarang, seorang turis Amerika Serikat (AS) tewas dibunuh oleh masyarakat tradisional. Nelayan yang membawa turis itu ke sana mengatakan bahwa korban tewas setelah ditembak dengan panah oleh masyarakat asli pulau dan mayatnya ditinggalkan begitu saja di pantai.Seperti dilansir  BBC, Kamis (22/11/2018), korban diketahui bernama John Allen Chau ,27, Warga Alabama, AS. Berdasarkan pihak berwenang, Chau tewas dibunuh suku Sentinel di Pulau Sentinel Utara yang terlarang setelah dia diantarkan secara ilegal oleh beberapa nelayan.Kontak dengan suku-suku Andaman yang hidup terisolasi dan terancam punah adalah ilegal karena mereka berisiko terpapar penyakit dari luar. Suku Sentinel yang tinggal di sana benar-benar terputus dari peradaban dan jumlahnya hanya tersisa antara 50 sampai 150 jiwa.Polisi mengatakan telah menahan tujuh nelayan yang secara ilegal membawa Chau ke pulau tersebut.Berdasarkan salah seorang sumber kepolisian, Chau sebelumnya pernah berkunjung ke kepulauan itu dan memiliki keinginan kuat untuk bertemu dengan suku Sentinel. Sementara media lokal melaporkan bahwa Chau ingin bertemu dengan para Sentinel untuk menyiarkan agama Kristen kepada mereka.Namun, media sosial Chau menunjukkan bahwa dia bukan seorang misionaris melainkan seorang petualang dan wisatawan. "Polisi mengatakan Chau sebelumnya telah mengunjungi pulau Sentinel Utara sekitar empat atau lima kali dengan bantuan nelayan setempat," kata Subir Bhaumik, seorang jurnalis yang telah meliput kepulauan itu selama bertahun-tahun, kepada BBC Hindi. "Jumlah orang yang tergabung dalam suku Sentinel sangat rendah, mereka bahkan tidak mengerti bagaimana cara menggunakan uang. Bahkan sebenarnya ilegal untuk memiliki semacam kontak dengan mereka."Pada 2017, Pemerintah India juga mengatakan bahwa mengambil foto atau membuat video suku Andaman asli akan dihukum dengan hukuman penjara hingga tiga tahun.Kantor berita AFP yang mengutip seorang sumber melaporkan bahwa Chau telah mencoba untuk mencapai pulau pada 14 November, namun gagal. Namun, dia kembali mencoba dua hari kemudian."Dia diserang oleh panah tetapi dia terus berjalan."Para nelayan melihat suku itu yang mengikat tali di leher Chau dan menyeret tubuhnya. Mereka takut dan melarikan diri," demikian ditambahkan laporan tersebut. Berdasarkan laporan Hindustan Times, jasad Chau ditemukan pada 20 November, tetapi sampai saat ini belum dievakuasi dari sana.Polisi mengelompokkan insiden ini dalam kasus pembunuhan, tetapi menurut Bhaumik penyelesaiannya tidak akan mudah."Ini kasus yang sulit bagi polisi," kata Bhaumik. "Anda bahkan tidak bisa menangkap suku Sentinel."

Editor
:
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Polda Sumut Buka Nobar Gratis untuk Masyarakat hingga Laga Final

Internasional

Polsek Medan Area Amankan Spesialis Pembobol Rumah Kosong

Internasional

4 Terdakwa Korupsi Pengalihan HGU PTPN 2 Dibanding Jaksa, FKSM Sampaikan Ini

Internasional

DPRD Medan Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Perencanaan, Proyek BRT Jangan Jadi Beban APBD

Internasional

Minyakkita Langka dan Mahal, Bulog Sumut : Jika Harga di Atas HET, Jangan Beli

Internasional

Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,1 Triliun untuk Percepat Program Hasil Terbaik Cepat