MATATELINGA, Washington: Senat Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyusun sebuah resolusi untuk mengakhiri dukungan Negeri Paman Sam untuk Arab Saudi dalam perang di Yaman. Penyusunan resolusi ini merupakan sebuah langkah yang berlawanan dengan sikap Presiden Donald Trump dan merupakan tindakan langka yang diambil oleh Senat.Sebelas anggota Senat dari Partai Republik bergabung dengan rekan mereka dari Partai Demokrat untuk memenuhi jumlah 60 suara yang dibutuhkan untuk mendorong resolusi perang itu ke Senat yang didominasi Partai Republik. Trump sebelumnya telah mengancam akan melakukan veto jika resolusi mengenai perang Yaman sampai disetujui.Meski begitu, para pendukung resolusi itu mengatakan langkah yang mereka ambil memiliki arti simbolik dan pesan bahwa para anggota parlemen tidak senang dengan berbagai pelanggaran dan bencana kemanusiaan yang terjadi di Yaman serta marah akan minimnya respons AS atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi oleh Arab Saudi.Anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat juga bersumpah untuk terus mendorong Kongres baru AS yang akan menjabat pada Januari untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap Arab Saudi, termasuk undang-undang untuk menjatuhkan sanksi hak asasi manusia dan oposisi terhadap penjualan senjata."Jika Anda ingin membeli senjata kami, ada hal-hal tertentu yang harus Anda terima. Cara Anda menggunakannya sangat berarti, " kata Senator Republik Lindsay Graham sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (13/12/2018). "Individu, putra mahkota (Arab Saudi), sangat beracun, begitu tercemar, sangat cacat, sehingga saya tidak pernah bisa melihat diri saya melakukan bisnis dengan Arab Saudi kecuali ada perubahan di sana," tambah Graham.Aturan mengenai sanksi terhadap Arab Saudi juga diperkirakan akan diloloskan karena Partai Demokrat yang bertentangan dengan Trump memiliki suara mayoritas di DPR AS.Pemerintahan Trump telah mendesak Kongres untuk tidak menentang bantuan pengisian bahan bakar, penargetan dan dukungan lain untuk koalisi yang dipimpin Saudi saat memerangi kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran, di Yaman. (Mtc/Okz)