MATATELINGA, New York: Komando Strategis Amerika Serikat (AS) yang mengawasi persenjataan nuklir Washington, telah meminta maaf atas tulisannya di Twitter yang mengatakan siap untuk "menjatuhkan sesuatu yang jauh, jauh lebih besar" dari pada bola Times Square New York. Pesan yang di posting pada malam tahun baru tersebut disertai dengan tayangan video yang memperlihatkan penjatuhan bom oleh pesawat pengebom B-2.Beberapa saat kemudian Komando Strategis AS menghapus pesan tersebut, menyebutnya lelucon yang buruk dan menggantinya dengan dengan permintaan maaf. Namun, insiden tersebut telah terlanjur memicu kemarahan di internet. Diwartakan BBC, Rabu (2/1/2019), tweet yang dihapus sebelumnya berbunyi: "Tradisi #TimesSquare berdering di #TahunBaru dengan menjatuhkan bola yang besar, bahkan jika perlu, kami sudah #siap untuk menjatuhkan sesuatu yang jauh, jauh lebih besar."Tweet itu di-posting online beberapa jam tepat sebelum tradisi tahunan "penjatuhan bola" dari atas gedung pencakar langit One Times Square, New York. Tradisi yang dimulai pada 1907, memperlihatkan sebuah bola yang menyala terang di tiang bendera khusus jatuh setinggi 43 meter dalam 60 detik sebelum tengah malam dan berakhir saat tahun baru dimulai. Para kritikus dengan cepat mengutuk sikap Komando Strategis AS atas peristiwa itu.Mantan Kepala Kantor Etika Pemerintahan AS, Walter M Shaub Jr, menulis di Twitter, "Maniak macam apa yang menjalankan negara ini?"Joe Cirincione, penulis 'Mimpi Buruk Nuklir, Mengamankan Dunia Sebelum Terlambat', mengatakan, "Awalnya, saya tidak percaya ini bisa menjadi nyata. Tapi itu benar. Ini merupakan iklan industri yang digandakan sebagai lelucon yang memuakkan oleh Komando Strategis kami. Memalukan."Komando Strategis AS adalah satu dari 10 pimpinan terpadu di Departemen Pertahanan AS. Unit itu berbasis di Pangkalan Angkatan Udara Offutt di Nebraska. Slogan mereka berbunyi "Damai Merupakan Profesi Kami", yang juga digunakan dengan tanda pagar pada tulisan Twitter yang kontroversial. (Mtc/Okz)