MATATELINGA, Magnitogorsk: Korban tewas dari apartemen yang runtuh di Kota Magnitogorsk, Rusia, telah bertambah menjadi 31 orang. Tim penyelamat Rusia telah menarik para korban tewas tersebut dari puing-puing blok apartemen yang runtuh pada Malam Tahun Baru itu.Seorang bayi lelaki berusia 11 bulan yang diselamatkan pada hari Selasa termasuk salah satu korban dalam kondisi serius walaupun nyawanya tidak terancam setelah diterbangkan ke Moskow untuk mendapatkan perawatan pengobatan. Berdasarkan keterangan dari tim penyelamat yang dilansir BBC pada Kamis (3/1/2019), sekira 10 orang masih dinyatakan hilang. Bayi yang diselamatkan, bernama Ivan, menghabiskan 35 jam dalam cuaca dingin, dan dilaporkan menderita radang dingin yang parah pada anggota tubuhnya, cedera kepala dan patah kaki di beberapa tempat. Ibunya juga selamat dari kejadian tersebut.Menteri Kesehatan, Veronika Skvortsova mengatakan pada Rabu bahwa cedera kepalanya ringan dan pengobatan telah meningkatkan sirkulasi darahnya.Pihak berwenang percaya ledakan yang terjadi pada Malam Tahun Bari itu adalah akibat dari kebocoran gas. Ledakan tersebut menghancurkan lantai pertama gedung pada pukul 06:02 waktu setempat, menyebabkan tujuh lantai atas runtuh. Secara keseluruhan, 48 apartemen yang merupakan rumah bagi 120 orang telah hancur.Ada juga beberapa kerusakan pada bagian-bagian terdekat dari blok apartemen tersebut, yang dibangun pada 1973. Otoritas terkait telah membuka investigasi kriminal telah dibuka untuk menyelidiki dugaan kelalaian pidana dalam insiden itu.Magnitogorsk, yang terletak di wilayah Ural sekitar 1.695 km timur Moskow telah menyatakan hari berkabung bagi para korban yang tewas dalam insiden itu. Presiden Vladimir Putin telah datang ke Magnitogorsk dan berbicara kepada pihak berwenang di tempat kejadian pada Senin dan kemudian bertemu dengan para korban selamat. (Mtc/Okz)