MATATELINGA, Nepal: Para pendaki dilaporkan kelelahan saat mengantre menuju puncak Gunung everest, meninggal dunia saat mengantre menuju puncak. Jumlah korban tewas menjadi tujuh dalam seminggu.Dua pendaki India, Kalpana Das ,52, dan Nihal Bagwan ,27, meninggal usai mendaki gunung dan pendaki Austria berusia 65 tahun meninggal di sisi utara gunung.Ketiganya meninggal karena kelelahan saat turun pada Kamis 23 Mei 2019.Pemandu wisata lokal, Keshav Paudel mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa Bagwan "mengantre selama 12 jam saat menuju puncakdan kelelahan. Seorang India dan seorang Amerika kehilangan nyawanya di gunung pada Rabu, sementara seorang profesor asal Irlandia, Séamus Lawless, tewas setelah jatuh pada 16 Mei.Kondisi tahun ini juga lebih buruk dari biasanya, angin kencang bertiup di puncak gunung.Lima orang diketahui telah meninggal di Everest dan satu lainnya pada musim semi tahun lalu.aJumlah orang yang mendaki Everest pada 2019 bisa melampaui rekor tahun lalu 807 orang yang mencapai puncak. Nepal mengeluarkan 381 izin untuk para pendaki dengan membayar USD11.000 atau setara Rp Rp157 juta di puncak tertinggi dunia.