Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Liburan Bawa Petaka, Bocah Dua Tahun Tewas di Makan Macan Tutul

Liburan Bawa Petaka, Bocah Dua Tahun Tewas di Makan Macan Tutul

Redaksi - Sabtu, 08 Juni 2019 08:15 WIB
Hand Over
ilustrasi
MATATELINGA, Afrika:   Liburan dilakukan di alam liar, di mana masih banyak hewan-hewan pemangsa. Seperti yang dialami oleh bocah dua tahun ini, yang nyawanya melayang saat liburan. Ia telah dimakan oleh seekor macan tutul.Liburan seharusnya menjadi saat yang berbahagia, baik bagi anak-anak hingga keluarga. Namun tidak jarang, momen yang seharusnya menyenangkan ini bisa menjadi musibah. Bahkan akhirnya memakan korban jiwa.Pada saat itu, ia dan keluarganya sedang menikmati liburan dan mengadakan acara berbekyu di sebuah Taman Safari. Lalu bagaimana kejadian lengkapnya? Berikut ulasannya.Bocah bernama Courtney Ntimane, dua tahun, saat itu mengikuti ayahnya kembali ke bungalo. Ketika itu, pemangsa ini datang dan menyerang dirinya dari kegelapan, tepat pukul 8 malam pada hari Rabu.Ayahnya yang sudah masuk ke dalam bungalo, mendengar jeritan putranya yang ketakutan dan bergegas kembali ke luar. Dan ia  menemukan anaknya sedang berada di rahang kucing besar.Macan tutul itu berlari kembali ke pagar sekeliling bungalo, staf melihat Courtney menggantung lemas di mulut macan tutul. Bocah itu telah digigit berulang kali di leher dan tubuhnya.Panik, macan tutul kemudian menjatuhkan tubuh Courtney. Orang tuanya membawa bocah yang berlumuran darah itu ke Rumah Sakit Shongwe di Mpumalanga. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan hidupnya, dan dokter menyatakan dia meninggal pada saat kedatangannya.Courtney telah dibuntuti oleh macan tutul yang diyakini telah tertarik oleh aroma daging segar, yang dimasak di atas barbekyu keluarga di luar ruangan.Keluarga itu makan di halaman berpagar pada hari Rabu, sekitar pukul 8 malam di Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan, ketika macan tutul yang mematikan mendekat.Ayahnya yang bekerja sebagai layanan teknis di Taman Nasional mengatakan, macan tutul memanjat pohon di sebelah pagar dan melompat ke halaman dalam kegelapan.Ia mengatakan kepada The Star bahwam istri dan putranya biasanya tidak tinggal bersamanya. Dan biasanya datang mengunjungi di tempat kerja dari Bushbuckridge untuk acara barbekyu."Saya sedang berjalan ke pondok saya dan Courtney mengikuti saya. Saya tidak menyadari bahwa dia ada di belakang saya karena saya meninggalkannya di sana bermain-main dengan telepon ibunya," ucapnya."Tepat ketika aku sampai di gubukku dan menutup pintu di belakangku, aku mendengar teriakan datang dari luar dan aku bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi," tambahnya.Dia menangis saat dia menggambarkan melihat anak kecilnya tergantung dari rahang macan tutul. Dan mengatakan kucing besar itu mencoba menyeret Courtney melewati pagar, untuk memakannya dalam gelap.Tubuh Courntey dibawa ke departemen patologi untuk dilakukan otopsi, dan kemudian diberikan kepada keluarga untuk dimakamkan.Kini penjaga hutan tidak punya pilihan, selain melacaknya dan menembaknya mati karena dapat membunuh lagi.Taman Nasional Kruger di timur laut Afrika Selatan adalah taman seluas 2 juta hektar. Dan merupakan rumah bagi banyak spesies termasuk gajah, badak, kerbau, singa dan macan tutul.Ada sekitar 10.000 macan tutul berkeliaran liar di Taman Nasional Kruger, bersama dengan banyak predator mematikan lainnya.Macan tutul jantan dapat memiliki berat hingga 90 kilogram, dan berlari dengan kecepatan hampir 40 mph. Dan menggunakan rahang dan cakar yang kuat untuk membunuh, yang kadang-kadang tiga kali ukurannya sendiri.

Editor
:
Sumber
: Viva

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Internasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Internasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Internasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Internasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Internasional

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI