MATATELINGA, Paris: Penembakan ini terjadi saat imam masjid berjalan keluar dari masjid dengan seorang temannya, ketika 'seseorang memperkenalkan diri menyatakan ingin berfoto dengan sang imam, yang langsung disetujui sang imam'. 'Seseorang' itu kemudian melepas tembakan ke arah imam dan temannya.Penembakan di kota pelabuhan Brest, Brittany pada Kamis (27/6/2019) waktu setempat ini melukai dua orang, termasuk sang imam masjid. Penembakan dilaporkan terjadi di depan masjid pada sore hari, sekitar pukul 16.00 waktu setempat.Sang imam masjid yang bernama Rachid El Jay dilaporkan terkena empat tembakan, sedangkan satu jemaah masjid terkena dua tembakan. Luka-luka yang diderita kedua korban dilaporkan tidak membahayakan nyawa mereka.Polisi menemukan sebuah catatan tulisan tangan di dekat mayat pelaku. Namun isi catatan itu tidak diungkap lebih lanjut."Dia tidak dikenal polisi, tidak ada dalam dokumen, dan diketahui tidak tergabung dengan gerakan sayap kanan-jauh," sebut sumber kepolisian. Motif penembakan ini tidak diketahui pasti. Kepolisian setempat menyatakan tengah menyelidiki lebih lanjut penembakan ini. Sementara kantor jaksa Paris menyatakan kasus ini tengah diselidiki oleh skuad antiteror.Usai penembakan ini, Menteri Dalam Negeri Prancis, Christophe Castaner, memerintahkan peningkatan langkah-langkah keamanan di berbagai tempat ibadah di wilayah Prancis.Pelaku penembakan di sebuah masjid di Brittany, Prancis ditemukan tewas usai melarikan diri. Pelaku diduga bunuh diri.