MATATELINGA: Para anggota salah satu jaringan perbudakan modern terbesar di Inggris telah dijatuhi hukuman karena peran mereka memaksa sekira 400 orang Polandia bekerja dan hidup dalam kondisi yang tidak manusiawi.Kasus-kasus terhadap delapan tersangka yang berasal dari Polandia itu berakhir pada Jumat 5 Juli 2019.Dilansir oleh wartawan, Minggu (7/72019), jaksa penuntut mengatakan para korban dipaksa bekerja hampir tanpa upah, sementara para penyelenggara perbudakan itu memperoleh beberapa juta dolar.Mereka mengatakan jaringan perdagangan manusia itu memikat para tunawisma, mantan narapidana, dan pecandu alkohol dari Polandia untuk datang ke Inggris dengan janji-janji mendapat pekerjaan yang dibayar dengan baik.Sebaliknya, jaringan ini memaksa mereka hidup dalam kondisi buruk dan dibayar kurang dari USD1 per hari.(Mtc/Okz)