MATATELINGA, Jakarta: Pemberian gelar "Haji" kepada jamaah yang telah kembali ke Tanah Air dirasakan bukan hal yang aneh. Padahal, di banyak negara tidak ada hal seperti ini.[adx]Pengendali Teknis Bina Ibadah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Oman Fathurahman menjelaskan, paling tidak ada dua hal yang melatarbelakangi pemberian gelar "Haji" di Tanah Air ini.Pertama, dia menjelaskan, adalah karena perjalanan atau rihlah haji ini sangat sulit pada dulu kala. Dia bercerita, dahulu pergi haji bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan."Sehingga melakukan ibadah haji menjadi suatu kebanggaan," kata Staf Ahli Menteri Agama ini di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah, Jum'at (19/7/2019).[adx]Kedua, di masa kesultanan, sultan yang menjadi pemimpin mendapatkan legitimasi untuk mendapatkan gelar dari melaksanakan haji."Gelar haji ini menjadi melekat. Lama kelamaan menjadi kegiatan sosial," jelas dia.(Mtc/Okz)