MATATELINGA, Phnom Penh: Pemimpin oposisi Kem Sokha tidak lagi mendapat hambatan kemana saja. Pasalnya, Kamboja telah membebaskan dari tahanan rumah. Dimana, sebelumnya ia ditangkap dan didakwa melakukan pengkhianatan. Namun, pengadilan menetapkan bahwa Sokha tetap dilarang berpolitik dan meninggalkan Kamboja.[adx]Dilonggarkannya pembatasan terhadap Kem Sokha terjadi sehari setelah Sam Rainsy, salah satu pendiri Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) yang sekarang telah dilarang, terbang ke Malaysia dari pengasingannya di Paris, dengan tujuan untuk kembali ke Kamboja.Pengadilan Kota Phnom Penh mengatakan dalam sebuah pernyataan Kem Sokha dapat meninggalkan rumahnya, tetapi ia tidak dapat melakukan kegiatan politik atau meninggalkan negara itu."Di bawah persyaratan baru, dia bisa bepergian ke mana saja tetapi tidak bisa meninggalkan Kamboja... Ini karena dia telah bekerja sama dengan pihak berwenang," kata Juru Bicara Kementerian Kehakiman, Chin Malin, kepada Reuters.[adx]Sebelumnya, pada Sabtu, pemimpin oposisi dan pendiri CNRP, Sam Rainsy dilaporkan telah terbang ke Malaysia untuk pulang ke Kamboja. Rainsy yang tinggal di Prancis sejak 2015 untuk menghindari hukuman penjara, telah berjanji akan pulang ke Kamboja pada 9 November, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan negara itu.Malaysia juga telah menahan wakil Rainsy di CNRP, Mu Sochua yang akan kembali ke Kamboja setelah menggelar konferensi pers di Indonesia. Suchoa ditahan ditahan di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Kamis.