MATATELINGA, Moskow: Pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Abror Azimov ,29, asal Kyrgyzstan. Azimov merupakan otak yang mengorganisir ledakan di stasiun kereta dan berpartisipasi dalam kelompok teroris. Sementara itu, sepuluh orang lainnya yang juga berasal dari Asia Tengah dijatuhi hukuman antara 19 dan 28 tahun penjara.Otak serangan teror bom divonis hukuman penjara seumur hidup. Pengadilan Rusia menjatuhkan hukum ke 11 pelaku teror bom di stasiun kereta Rusia pada April 2017 silam, seperti dilansir dilansir AFP, Selasa (10/12/2019).Ledakan bom pada April 2017 itu menewaskan 15 orang di Stasiun Kereta Saint Petersburg dan melukai puluhan orang. Satu pelaku yang diketahui bernama Akbarjon Djalilov (22) tewas dalam serangan tersebut.Sepuluh terdakwa lain dituduh bertindak sebagai kaki tangan, terutama dengan memberi Djalilov bahan peledak dan dokumen palsu. Tuduhan tersebut berkisar dari pengorganisasian kelompok teroris dan melakukan 'aksi teror' hingga perdagangan senjata dan membuat alat peledak.Para tersangka ditangkap di berbagai kota di Rusia dan ditahan di Moskow sebelum dipindahkan ke Saint Petersburg untuk diadili. Jaksa mengatakan para terdakwa membentuk dua 'sel teroris' di Moskow dan Saint Petersburg dan membantu Djalilov dengan mengirimkan uang kepadanya dan menyediakan bahan peledak.