MATATELINGA, Jakarta: Persidangan kasus genosida di provinsi Rakhine Myanmar yang saat ini berlangsung di Mahkamah Internasional di Den Haag, Pemerintah Indonesia mengamati dengan seksama. Belanda dan tetap berkomitmen untuk membantu proses repatriasi pengungsi Rohingya." Kita juga mengirim wakil untuk memantau jalannya hearing. Pada intinya posisi itu yang bisa kita sampaikan dan mengikuti dengan cermat proses public hearing yang sedang berjalan, " kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri, Kamis (12/12/2019)."Dari Indonesia sendiri, kita bersama ASEAN terus berbuat untuk proses repatriasi pengungsi asal Provinsi Rakhine yang saat ini berada di Bangladesh. Jadi kita melihat ini asalah sebuah proses yang tidak simultan tetapi berjalan sendiri-sendiri."Lebih jauh lagi Teuku Faizasyah menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi jembatan dalam proses pendekatan antara pihak-pihak terkait, terutama Myanmar, Bangladesh dan PBB.Sampai saat ini Indonesia telah memainkan peran aktif dalam upaya penyelesaian krisis di Provinsi Rakhine, baik secara bilateral mau pun dalam konteks kerja sama ASEAN. Indonesia mendorong proses repatriasi pengungsi Rohingya dari Bangladesh berjalan dengan baik, aman, sukarela dan bermartabat.