Matatelinga - Sanaa, Jumlah korban tersebut dibenarkan pejabat keamanan Yaman dan para pemimpin suku setempat pada Jumat 30 Mei 2014. Setidaknya 12 orang tewas akibat bentrokan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Hawthis yang terjadi di Yaman. "Bentrokan itu menewaskan lima orang dan setidaknya tujuh Hawthis, termasuk di antaranya adalah pemimpin mereka," ujar pejabat Keamanan Yaman, dikutip ABC News, Sabtu (31/5/2014).Bentrokan dipicu pada Kamis malam waktu setempat, kelompok pemberontak Hawthis menyerang sebuah pos pemeriksaan Yaman. Mereka juga menyerang sekira dua lokasi, di mana suku Islam Islah berkumpul di kota Amran, Sanaa.Saat ini, pasukan tentara dan polisi pemerintah berhasil mengusir para pejuang Hawthis.Sebelumnya, kelompok Hawthis pernah melakukan pemberontakan selama enam tahun di wilayah Utara Yaman dan diakhiri pada 2010. Namun baru-baru ini, Hawthis kembali melakukan bentrokan dengan kelompok ultra-konservatif Sunni.Hawthis menuduh ultra-konservatif sunni mencoba menyebarkan pemikiran mereka ke dalam sekolah yang ada di basis mereka. Hingga saat ini upaya mediasi dan gencatan senjata terus gagal antara kedua kelompok yang bertujuan mengakhiri ketegangan.(Okz/Mt-01)