Matatelinga - Washington, Semenjak krisis keamanan Irak terjadi, Pemerintah Arab Saudi langsung angkat bicara. Dipastikan Arab Saudi, negaranya siap menghalau setiap aksi teroris yang dapat berpotensi mengancam stabiltas kawasan.Senada dengan Raja Abdullah, AS pun saat krisis Irak berlangsung segera mengambil beberapa tindakan. Tindakan tersebut termasuk dengan pengiriman 300 penasihat keamanan ke Irak. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendiskusikan keadaan serta ketegangan yang terjadi di Irak dengan Raja Arab Saudi, Raja Abdullah. Pembicaraan kedua pemimpin dunia ini dilakukan melalui sambungan telefon.Dalam kesempatan tersebut, dari keterangan Gedung Putih, Obama menghaturkan rasa terima kasihnya kepada Raja Abdullah atas sumbangannya terhadap pengungsi Irak. Sumbangan Raja Abdullah diketahui senilai hampir Rp6 triliun.Tidak hanya itu, Obama dan Raja Abdullah sepakat bahwa yang diperlukan Irak saat ini adalah pemerintahan yang baru. Dan, pemerintahan tersebut harus bisa membawa persatuan diseluruh Irak. Demikian disadur dari Reuters, Kamis (3/7/2014).(Okz/Mt)