Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Demokrasi di Hong Kong Memanas
Hongkong Memanas

Demokrasi di Hong Kong Memanas

Admin - Minggu, 28 September 2014 10:00 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga - Hong Kong,  Meski sempat dibubarkan, jumlah massa justru semakin banyak. Ribuan orang berkumpul di pusat kota Hong Kong pada Sabtu malam untuk melakukan protes atas keputusan Beijing untuk meniadakan pemilihan umum yang bebas di bekas koloni Inggris itu. Bertambahnya jumlah demonstran itu terjadi kurang dari 24 jam setelah polisi anti huru hara menggunakan semprotan merica untuk membubarkan pengunjuk rasa di sekitar kantor pusat pemerintahan dan menangkap lebih dari 60 orang. Demikian diwartakan Reuters, Sabtu (27/9/2014).Salah satu pengunjuk rasa mengatakan dia telah bergabung dengan protes untuk mengamankan masa depan yang lebih baik untuk anaknya yang berusia lima tahun. Anaknya yang ia bawa pula ke aksi demonstrasi itu memakai kacamata renang untuk melindungi mata jika polisi menembakkan semprotan merica lagi."Jika kami tidak memperjuangkannya, kami khawatir tentang masa depannya. Dia tidak bisa memilih masa depannya sendiri," kata Li (33). Para demonstran menerobos penjagaan dan pagar perimeter pada Jumat malam untuk menyerbu gedung pemerintah utama Hong Kong sebagai puncak dari unjuk rasa selama seminggu untuk menuntut pemilihan umum yang bebas.Rumah Sakit Otorita mengatakan 34 orang telah dirawat di rumah sakit pada Sabtu malam sebagai akibat dari bentrokan. Para pengunjuk rasa telah diusir satu per satu pada hari Sabtu sore, beberapa dari mereka diamankan."Polisi telah menggunakan kekuatan yang tidak proporsional untuk menghentikan tindakan yang sah dari pelajar dan sudah sewajarnya dikecam," kata Benny Tai, salah satu dari tiga penyelenggara utama gerakan Occupy Central.Inggris mengembalikan Hong Kong ke pemerintahan Tiongkok pada tahun 1997. Beijing pada bulan lalu menolak tuntutan agar masyarakat bebas memilih penguasa wilayah otonomi khusus Hong Kong pada 2017. Hal ini memicu ancaman dari para aktivis yang mengancam menutup distrik keuangan lewat kampanye yang mereka sebut sebagai Occupy Central.(Mt/Dtc)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Berita

Dibanderol, Harga Emas Naik Rp599 Ribu/Gram