Matatelinga - Baghdad, Sebagaimana dilaporkan The Washington Post, Jumat (24/10/2014), 11 polisi Irak dilarikan ke rumah sakit pada bulan lalu. Mereka mengeluh pusing, muntah, dan sesak napas. Semua gejala itu diduga akibat keracunan gas klorin. Gas kuning juga terlihat berasal dari situs dekat tempat polisi jatuh sakit.Pihak pejabat mengatakan, ini bukan pertama kali ISIS dikaitkan penggunaan senjata kimia. Namun, sejauh ini merupakan bukti paling dekat mengenai gerakan radikal itu menggunakan gas.Kelompok militan ISIS diduga menggunakan senjata kimia saat melawan pasukan Irak. Saat ini pihak Amerika Serikat (AS) pun sedang menyelidiki kebenaran informasi tersebut.Pada Juni 2014, ISIS menguasai kompleks penyimpanan senjata yang diduga telah menahan ratusan ton sarin mematikan dan gas. Kompleks itu bernama Al Muthanna yang terletak 60 kilometer sebelah utara Baghdad. Kompleks tersebut merupakan basis utama dari program senjata kimia mantan diktator Irak, Saddam Hussein.Pihak Departemen Luar Negeri AS sendiri melambaikan tangan mengenai rumor penggunaan senjata kimia. Seorang pakar menyatakan bahwa kimia yang tersisa digunakan untuk senjata.Sementara itu, pejabat pertahanan Irak mengatakan kepada Washington Post serangan senjata kimia diambil dari wilayah mereka yang kini dikuasai ISIS, bukan dari Kompleks al Muthanna.Namun, serangan tersebut merupakan sebuah awal. Sebab, ISIS berlatih untuk melakukan serangan yang lebih besar lagi. Apalagi, gas klorin sangat mudah dihasilkan dan dijual."ISIS menggunakan itu untuk menciptakan ketakutan. Namun, kami sangat khawatir," ujar pejabat Irak.(Mt/Okz)