Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kurdi dan Shiah Siap Saling Bantai
Isis Mundur

Kurdi dan Shiah Siap Saling Bantai

Admin - Rabu, 10 Desember 2014 07:35 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga - Jalawla,  Jalawla adalah kota sengketa. Kurdi dan Sunni saling klaim berhak atas kota ini. Pemerintah Irak, yang didominasi Shiah, juga berkepentingan atas kota ini.Mayat militan ISIS masih bergelimpangan, dan darah belum kering, tapi dua kekuatan yang merebut Jalawla; milisi Kurdi dan Shiah, bersitegang dan siap saling bantai.ISIS, setelah merebut kota ini, tidak banyak menempatkan serdadu untuk mempertahankan kota. Kurdi melihat peluang merebut kota itu, hanya beberapa pekan setelah ISIS menguasainya.Tidak lama setelah ISIS merebut Jalawla, Brigadir Jenderal Barzan Ali Shawas komandan milisi Kurdi di Diyala -- mengundang kepala suku Arab Sunni terbesar di Jalawla untuk membahas strategi melawan ISIS."Kami duduk bersama di gedung ini," ujar Ali Shawas, menggambarkan pertemuan dengan Sheikh Faisal al-Karwi di barak Peshmerga di tepi Sungai Diyala.Al-Karwi mengatakan akan mempertimbangkan tawaran Peshmerga untuk membentuk unit milisi Sunni di bawah Peshmerga. Namun Al-Karwi tidak menepati janjinya.Peshmerga perang sendiri. Jalawla berpindah tangan beberapa kali, sampai milisi Shiah datang dan bersama Peshmerga mengusir ISIS pada 23 November 2014.Menurut Al Shawas, milisi Shiah setuju akan mundur secepatnya setelah ISIS dikalahkan dan Jalawla direbut, dan Kurdi menguasai kota. Yang terjadi sebaliknya, Shiah tidak berniat meninggalkan kota.Jalawla adalah kota Arab dan berada di bawah yurisdiksi pemerintah pusat sampai ISIS merebutnya. Orang Kurdi mengatakan kota itu milik mereka sampai 1970-an, sebelum Saddam Hussein membawa Sheikh Faisal dan mengarabisasi kota.Kini Jalawla sepi. Hanya hewan liar yang lalu-lalang. Peshmerga dan Shiah masing-masing menandai wilayah mereka dengan bendera dan grafiti. Suasana tegang."Jalawla adalah Kurdistani," demikian salah satu kalimat di tembok rumah. Ada barikade terbuat dari apa saja di jalan-jalan.Milisi Shiah, dengan mobil bergambar Ayatollah Ali Khamenei, keluar dan mendekati orang-orang Kurdi. Jemari siap menekan pelatuk, dan senapan tak sabar menyalak.Salah satu dari mereka bertanya; "Apakah kalian punya ijin berada di sini?" Orang Kurdi kebingungan.Milisi Shiah yang menguasai sebagian Jalawla berasal dari Brigade Khorasani, dengan Jawad al-Hosnawi sebagai komandan lapangan.Hosnawi dengan tegas menolak klaim Kurdi bahwa Jalawla milik mereka sebelum diambil alih Saddam Hussein. "Masalah kita adalah mereka ingin memisahkan diri dari Irak, dan membentuk negara merdeka," ujarnya.Al-Shawas berjanji warga Sunni yang menyingkir boleh kembali ke rumah-rumah mereka. Namun, tidak satu pun dari mereka yang kembali, karena tahu akan menjadi sasaran pembantaian Brigade Khorasani."Kami ingin kembali, tapi milisi pasti menyebelih kami," ujar seorang petani berusia 40 tahun yang berkemah beberapa kilometer dari Jalawla."Kami yang meminta Peshmerga merebut Jalawla dan Saadiya, agar kami bisa hidup tenang," lanjut petani itu.Bagi Sheikh Faisal, situasinya sangat dilematis. Kurdi ingin mengambil alih kota, dan dipastikan mengusir orang Arab. Brigade Khorasani dipastikan menyembelih Sunni yang kembali ke kota itu.Pilihan moderatnya adalah Jalawla tetap berada di bawah pemerintahan Baghdad, bukan Kurdi, dan Brigade Khorasani menarik diri. Namun tentara pemerintah Irak tidak pernah ada untuk mempertahankan kota dari serbuan ISIS.(Mt/Inc)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Berita

Ratusan Pengunjung Perbelanjaan dan Mall di Kota Medan Terbirit Birit