Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Diancam Jokowi, Malaysia Mulai Siap Cari Pembantu Di Luar Indonesia
TKI

Diancam Jokowi, Malaysia Mulai Siap Cari Pembantu Di Luar Indonesia

Admin - Selasa, 17 Februari 2015 10:58 WIB
google
Ilustrasi
MALAYSIA - Matatelinga, Asosiasi Agen Pembantu Asing Malaysia mengatakan siap menerima risiko terburuk, setelah Presiden Indonesia Joko Widodo memerintahkan penghentian pengiriman Pembantu Rumah Tangga (PRT) wanita ke luar negeri.

Instruksi itu telah disampaikan ke Kementerian Tenaga Kerja, lalu peta jalannya akan dirumuskan selepas evaluasi hingga delapan bulan ke depan, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (17/2/2015).

Sektor pekerja rumah tangga di Malaysia bakal terguncang ketika rencana itu berjalan, mengingat 60 persen pekerjanya adalah Tenaga Kerja Indonesia.

"Jika Indonesia serius tidak mengirimkan pekerja ke luar negeri, terutama pekerja perempuan yang bekerja sebagai PRT, maka tentu saja kita harus menerimanya," kata Presiden Asosiasi Agen Pembantu Asing Malaysia Jeffrey Foo.

Perusahaan maupun pelanggan rumah tangga yang membutuhkan pembantu kini disarankan Foo merekrut tenaga asing dari Bangladesh, Nepal, Myanmar, atau Kamboja. Kalaupun masih ingin mempekerjakan WNI, maka ada kemungkinan gaji bulanan meningkat.

Foo mengingatkan bahwa gaji PRT asal Indonesia dan Filipina trennya akan terus meningkat. "Kita terus mencari cara lain untuk melengkapi kekurangan PRT di Malaysia. Ada kemungkinan PRT Kamboja akan datang kembali ke Malaysia lagi. Jadi kita memiliki alternatif yang baik."

Pernyataan untuk secara konkret menghentikan pengiriman TKI perempuan sektor domestik ke luar negeri, disampaikan presiden pekan lalu. Jokowi mengaku malu karena mendapat informasi dari Perdana Menteri Najib Razak, bahwa hanya 4.000 WNI bekerja sebagai PRT di Negeri Jiran melalui jalur resmi.

Karena tak memiliki status hukum, para buruh migran perempuan itu akhirnya sering kena masalah. Mulai dari disiksa, tak mendapat bayaran layak, hingga terlibat prostitusi di Malaysia.

"Saya ingin menteri membuat target agar pengiriman TKI khususnya pembantu rumah tangga dihentikan. Saya malu saat Perdana Menteri Malaysia menanyakan tentang kasus pembantu rumah tangga. Ini masalah martabat bangsa Indonesia," kata presiden. Demikian dikutip laman merdeka.com, Selasa (17/2/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Berita

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Berita

14 Tahun Matatelinga, Menapaki Anak Tangga Tak Perlu Harus Melompat