LONDON – Matatelinga, Algojo ISIS yang telah diketahui identitasnya sebagai Mohammad Emwazi dulu dikenal sebagai seorang penggemar sepakbola, dan remaja biasa.Emwazi merupakan putra dari seorang sopir taksi berkebangsaan Kuwait, sang ayah pindah dari Kuwait ke Inggris pada saat Emwazi berusia enam tahun. Emwazi kecil bersekolah di Sekolah Dasar St. Mary Magdalene Church of England, di Maida Vale, London Barat. Di sekolahnya dia adalah satu-satunya murid yang beragama Islam.Tetangga dan teman-teman sekolahnya mengenal Emwazi sebagai seorang pemuda yang sopan, populer dan menggilai sepakbola. Menurut tetangganya, Emwazi lebih tertarik pada Klub Manchester United dibandingkan dengan Islam.“Itu (sekolah Emwazi) adalah sekolah Kristen dan Emwazi adalah satu-satunya Muslim di kelas kami. Dia bermain sepakbola setiap istirahat siang. Dia tidak begitu pintar di sekolah, tapi dia adalah salah satu yang senang berolahraga dan populer, “ kata salah seorang teman sekolah Emwazi sebagaimana dikutip International Business Times dan dilansir laman okezone.com, Jumat (27/2/2015).Setelah menyelesaikan sekolah dasar ia meneruskan sekolah ke Quintin Kynaston Academy di John’s Wood.Sang algojo diduga terpengaruh paham radikal saat menempuh pendidikan komputer di University of Westminster. Di sana ia dekat dengan beberapa tokoh radikal Islam.Dinas Rahasia Inggris mulai mencurigai Emwazi sejak 2009. Saat itu Emwazi pergi ke Tanzania untuk bersafari dengan teman-temannya, namun di sana ia ditolak untuk memasuki negeri tersebut. Dan diterbangkan ke Belanda di mana ia diinterogasi oleh MI5.Sejak saat itu kehidupan Emwazi selalu diawasi. Bahkan pertunangannya pun gagal karena keluarga kekasihnya dihubungi oleh petugas keamanan. Merasa tidak nyaman ia memutuskan kembali ke tanah kelahirannya, Kuwait untuk menghindari perlakuan ini, namun dia dicegah untuk meninggalkan Inggris. Saat kembali ke Inggris pada 2010 ia kembali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa interogasi dan kekerasan.Pada 2013, setelah usahanya untuk bekerja di Arab Saudi ditolak dan dia dilarang untuk kembali ke Kuwait, Emwazi memutuskan untuk pergi ke Suriah tanpa sepengetahuan orangtuanya.(Fit)