Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Algojo ISIS Ternyata Mengidolakan Manchester United
ISIS

Algojo ISIS Ternyata Mengidolakan Manchester United

Admin - Jumat, 27 Februari 2015 12:34 WIB
google
Algojo ISIS
LONDON – Matatelinga, Algojo ISIS yang telah diketahui identitasnya sebagai Mohammad Emwazi dulu dikenal sebagai seorang penggemar sepakbola, dan remaja biasa.

Emwazi merupakan putra dari seorang sopir taksi berkebangsaan Kuwait, sang ayah pindah dari Kuwait ke Inggris pada saat Emwazi berusia enam tahun. Emwazi kecil bersekolah di Sekolah Dasar St. Mary Magdalene Church of England, di Maida Vale, London Barat. Di sekolahnya dia adalah satu-satunya murid yang beragama Islam.

Tetangga dan teman-teman sekolahnya mengenal Emwazi sebagai seorang pemuda yang sopan, populer dan menggilai sepakbola. Menurut tetangganya, Emwazi lebih tertarik pada Klub Manchester United dibandingkan dengan Islam.

“Itu (sekolah Emwazi) adalah sekolah Kristen dan Emwazi adalah satu-satunya Muslim di kelas kami. Dia bermain sepakbola setiap istirahat siang. Dia tidak begitu pintar di sekolah, tapi dia adalah salah satu yang senang berolahraga dan populer, “ kata salah seorang teman sekolah Emwazi sebagaimana dikutip International Business Times dan dilansir laman okezone.com, Jumat (27/2/2015).

Setelah menyelesaikan sekolah dasar ia meneruskan sekolah ke Quintin Kynaston Academy di John’s Wood.

Sang algojo diduga terpengaruh paham radikal saat menempuh pendidikan komputer di University of Westminster. Di sana ia dekat dengan beberapa tokoh radikal Islam.

Dinas Rahasia Inggris mulai mencurigai Emwazi sejak 2009. Saat itu Emwazi pergi ke Tanzania untuk bersafari dengan teman-temannya, namun di sana ia ditolak untuk memasuki negeri tersebut. Dan diterbangkan ke Belanda di mana ia diinterogasi oleh MI5.

Sejak saat itu kehidupan Emwazi selalu diawasi. Bahkan pertunangannya pun gagal karena keluarga kekasihnya dihubungi oleh petugas keamanan. Merasa tidak nyaman ia memutuskan kembali ke tanah kelahirannya, Kuwait untuk menghindari perlakuan ini, namun dia dicegah untuk meninggalkan Inggris. Saat kembali ke Inggris pada 2010 ia kembali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa interogasi dan kekerasan.

Pada 2013, setelah usahanya untuk bekerja di Arab Saudi ditolak dan dia dilarang untuk kembali ke Kuwait, Emwazi memutuskan untuk pergi ke Suriah tanpa sepengetahuan orangtuanya.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Tak Ada Pembangkit Baru Yang Dibangun Selama 5 Tahun Darmo Jadi Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo

Berita

Sumut Krisis Listrik Lagi, Pantaskah Darmawan Prasodjo Dipertahankan Jadi Dirut PLN Pada RUPS 15 Juni Nanti?

Berita

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita

Gejolak Harga Minyak, Gangguan Jalur Pelayaran, Hingga Tekanan Pasok Pangan