WASHINGTON – Matatelinga, Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengadakan pembicaraan putaran kedua dengan Pemerintah Kuba dalam upaya untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang bermusuhan selama puluhan tahun.Pembicaraan yang berlangsung Jumat 27 Februari di Wahington tersebut adalah lanjutan dari pengumuman Presiden Barrack Obama pada Desember 2014 untuk menormalisasi hubungan AS-Kuba. Keinginan Obama ini mengundang banyak kontroversi dan keberatan terutama dari Partai Republik.Dalam pembicaraan tersebut dibahas beberapa agenda perbaikan hubungan kedua negara. Salah satu agenda yang paling disorot adalah mengenai permintaan Kuba untuk dihapuskan dari daftar hitam AS sebagai negara yang mensponsori terorisme.Menteri Dalam Negeri AS John Kerry menyatakan, pemulihan hubungan kedua negara seharusnya tidak dihubungkan dengan daftar hitam tersebut. Meski begitu Pemerintahan Obama terlihat menunjukkan persetujuan terhadap permintaan Kuba tersebut.Sementara itu, nada optimis mengenai pemulihan hubungan kedua negara juga terdengar dari kepala delegasi AS, Roberta Jacobson, yang menyatakan kedutaan besar kedua negara dapat kembali dibuka sebelum pembicaraan puncak yang direncanakan terjadi pada 10-11 April 2015 di Panama.“Saya sangat yakin kita akan memiliki kedutaan besar yang dapat menjalankan tugasnya di Havana. Saya kira kita bisa menyelesaikan kesepakatan ini (pembukaan kembali kedutaan) sebelum pembicaraan puncak,” kata Jacobson sebagaimana dikutip ABC dan dilansir laman okezone.com, Minggu (1/3/2015).Anggota delegasi Kuba, Josefina Vidal mengamini pernyataan Jacobson ini, menurutnya, pembukaan kedutaan dan membuka hubungan AS-Kuba merupakan masalah yang berbeda dengan langkah-langkah yang sedang dilakukan untuk menormalisasi hubungan kedua negara secara penuhSelain pencoretannya dari daftar hitam, pihak Kuba juga berharap dapat segera diberikan keleluasaan untuk bekerja sama dengan bank-bank di AS. Kedua negara setuju untuk terus melakukan komunikasi secara permanen.Sebelum Obama mengutarakan keinginannya Desember 2014, hubungan kedua negara sangat buruk. AS memutuskan hubungan dengan Kuba sejak 1961 dan sejak saat itu memberlakukan embargo pada negara yang terkenal dengan cerutunya tersebut.(Fit)