MALAYSIA - Matatelinga, Hari ini, 8 Maret 2015, tepat setahun pesawat Malaysia Airlines MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing, hilang di angkasa.Pesawat ini berangkat dari Kuala Lumpur pukul 00.41 waktu setempat (setara WITA). Perjalanan dini hari itu mulanya tampak baik-baik saja. Cuaca diramalkan cerah sepanjang perjalanan.Setelah 30 menit lepas landas, semua penumpang terlelap. Maskapai memastikan pesawat Boeing 777-200ER seharga USD 270 juta itu dalam kondisi prima sebelum terbang.Selepas tengah malam, Pilot utama Kapten Zaharie Shah, sempat menyapa Menara Pengawas (ATC) pada pukul 01.19. "Selamat Malam, Malaysia 370," ujarnya. Tapi yang dia sapa adalah ATC Malaysia. Seharusnya, pada momen itu, pilot sudah menghubungi menara pengawas Vietnam.Pukul 02.22 waktu setempat, adalah momen terakhir radar militer mendeteksi keberadaan MH370. Beberapa menit sebelum menghilang, Sistem Komunikasi dan Pelaporan dari kokpit (ACARS) mati. Begitu saja tanpa ada petunjuk lanjutan. Selanjutnya yang diketahui dunia, 239 penumpang dan kru maskapai pelat merah Malaysia itu hilang tanpa jejak.Otoritas penerbangan Malaysia panik. Lokasi pesawat itu di radar berubah-ubah, karena terbang tanpa melalui rute yang ditentukan. Sumber dari pemerintah negeri jiran tahu sejak awal, pesawat ini kemungkinan dibajak atau disabotase.Sejak 9 Maret 2014, Malaysia mendapat bantuan awal dari Australia, Singapura, dan Indonesia. Berikutnya, pencarian besar-besaran digelar melibatkan 26 negara. Jutaan dollar dikucurkan.Boeing sebagai produsen pesawat mengontak banyak perusahaan swasta untuk ikut melacak sinyal yang mungkin dikirim oleh bangkai pesawat. Semuanya masih nihil sampai sekarang.Insiden ini adalah misteri terbesar sepanjang sejarah industri penerbangan dunia. Tujuh warga negara Indonesia turut menjadi korban hilang.Setelah 10 bulan pencarian yang melelahkan, melibatkan banyak negara, Pemerintah Malaysia secara resmi menyatakan pesawat itu mengalami kecelakaan. Persisnya jatuh ke laut. Semua penumpang dan kru dianggap tewas. Keluarga korban diminta mengurus santunan dan klaim asuransi.Tapi keluarga korban sampai sekarang masih tidak puas dengan penjelasan itu. Warga negara China paling banyak jadi korban insiden ini.Mereka menuding terlalu banyak hal yang ditutupi oleh otoritas penerbangan Negeri Jiran. Apalagi area pencarian dan penjelasan ke mana sebetulnya pesawat itu pergi setelah hilang kontak selalu berubah-ubah.Awalnya pesawat diduga jatuh di Laut China Selatan, kemudian pencarian digeser ke Samudera Hindia. Selanjutnya, Pusat Pencarian Bersama MH370(JACC) mulai mendapat petunjuk kalau pesawat nahas itu terakhir terbang ke sebuah lokasi di samudera, 1.850 kilometer dari Perth, Australia. Belakangan, bahkan disebut-sebut MH370 menuju Antartika.Pakar penerbangan Inggris sekaligus pilot spesialis Boeing 777, Steve Landells, menyatakan insiden MH370 bahkan lebih misterius dibanding peristiwa besar lain di abad 21. Soalnya industri dirgantara itu dikelola banyak pihak, menerapkan teknologi tercanggih, dan dengan demikian, kejadian seaneh apapun akan terpantau. Baru kali ini, ada pesawat bisa menghilang begitu saja di udara."Semua teori yang beredar tidak bisa menjawab apa yang terjadi pada penerbangan tersebut," kata Landells seperti dilansir BBC dan dikutip laman merdeka.com, Sabtu (7/3/2015).Tapi masih ada yang memiliki harapan. Walau transponder yang mengirim sinyal mati sejak setengah tahun lalu, teknologi satelit menyatakan tanda-tanda keberadaan pesawat itu sedikit terlacak."Saya percaya kita bisa menemukan pesawat itu. Ini cuma masalah seberapa cepat," kata Koordinator JACC Judith Zielke kepada Channel News Asia kemarin.Karena magnitude berita ini masih besar, merdeka.com menurunkan laporan khusus memperingati tragedi tersebut.Kami mengangkat cerita-cerita mengenai manusia yang jadi korban, cerita misi pencarian terbesar sepanjang sejarah umat manusia, termasuk teori-teori konspirasi yang berusaha menjelaskan bagaimana Boeing sebesar itu hilang tanpa jejak di atas lautan.Mari berdoa agar kepastian segera didapatkan keluarga korban MH370. Selamat mengenang dan membaca misteri terbesar abad 21!(Fit)