PORT VILLA - Matatelinga, Lembaga bantuan internasional bersiap untuk melakukan upaya-upaya pertolongan ke Vanuatu yang diterjang badai kategori 5, Jumat malam, 13 Maret.Sebelum sampai ke Vanuatu, badai Pam terlebih dahulu melintasi Papua Nugini dan Kepulauan Solomon. Badai itu merupakan bencana terburuk yang pernah menghantam negara kepulauan Pasifik tersebut.Foto yang diambil dengan satelit memperlihatkan badai tersebut menutupi seluruh kepulauan. Menurut petugas lembaga kemanusiaan, mungkin butuh waktu beberapa pekan untuk sampai menjangkau pulau-pulau terpencil di sana. Kurangnya pasokan air bersih dan kerusakan panen menimbulkan kekhawatiran terjadinya bahaya kelaparan.“Seperti sebuah bom telah meledak di pusat kota. Tidak ada air, tidak ada listrik. Kami telah mendapatkan laporan korban tewas dan luka yang belum bisa dikonfirmasi,” kata juru Bicara UNICEF, Alice Clements yang dikutip Reuters dan dilansir laman okezone.com, Sabtu (14/3/2015).PBB berencana mengirimkan tim dan bantuan ke Vanuatu pada Minggu 15 Maret besok, namun, dengan ditutupnya bandara, masih belum jelas bagaimana mereka mendarat di sana.Kantor PBB untuk Koordinasi Masalah Kemanusiaan (UNOCHA) menyatakan 44 orang tewas di Provinsi Penama, Vanuatu. Laporan ini belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.“Vanuatu adalah lokasi yang sangat rentan karena letaknya yang berada di tengah laut. Ada kemungkinan angka kematian akan tinggi, kami tidak bisa memberikan perkiraan,” kata Kepala Wilayah UNOCHA, Sune Gudnitz di Fiji.Gudnitz juga melaporkan kecepatan angin yang menghantam Vanuatu berkisar pada 270km/jam, kekuatan angin tersebut sebandng dengan taifu Haiyan yang pernah meluluh lantakkan Filipina pada 2013.Kerusakan di Papua Nugini dan Kepulauan Solomon saat ini masih dalam pemeriksaan. Satu orang korban tewas telah dilaporkan dari Papua Nugini.(Fit)