HONGKONG - Matatelinga, Seorang tenaga kerja asal Indonesia tewas tertimpa beton seberat 60 kg, saat sedang tidur di balkon lantai dua tempat penampungan TKI, Sunlight di North Point, Hong Kong. Elis Kurniasih, nama korban, sempat mengalami koma sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole.Dilansir dari Harian South China Morning Post dan dikutip laman merdekaa.com, Selasa (17/3/2015) lalu, Elis sempat melakukan tiga kali operasi untuk mengamputasi kakinya yang tertimpa beton itu. Menurut anggota Misi untuk Buruh Migran, Edwina Antonio, Elis tidak pernah tahu kakinya diamputasi lantaran setelah kejadian itu dia langsung mengalami koma."Dia (Elis) tidak tahu kalau kehilangan kakinya. Dia langsung koma akibat kejadian tersebut. Kami harap dia dapat bangun kembali secepatnya, namun itu hanya bisa jadi harapan saja," katanya.Wanita 33 tahun asal Bandung ini sudah memiliki dua orang anak yang berada di Indonesia. Paman Elis, Sudrajat, langsung tiba di Hong Kong, namun hingga saat ini tidak ada pembicaraan khusus antara pihak agensi dan keluarga."Saya sangat sedih. Keluarga tidak dapat menerima kejadian ini lantaran ini terjadi bukan karena alam, tapi karena tangan manusia," ujar Sudrajat kepada SCMP.Rupanya, beton yang menghantam kaki kiri Elis itu berasal dari atas penyejuk udara di lantai lima yang sudah lapuk. Benda tersebut jatuh lantaran temboknya tidak kuat menahan penyejuk udara tersebut.Kementerian Luar Negeri, melalui juru bicaranya, Arrmanatha Nasir mengatakan kepulangan Elis akan dilaksanakan jika semua surat-surat yang diperlukan sudah selesai."Jenasah yang bersangkutan akan dipulangkan ke Indonesia, setelah urusan surat-surat selesai di Hong Kong," kata Tata, panggilan akrab Arrmanatha.Sementara itu, para buruh migran lain yang satu agensi dengan Elis berunjuk rasa di depan kantor penampungan milik Agensi Sunlight. Menreka meminta keadilan ditegakkan.Menurut salah satu pengunjuk rasa, kematian Elis akibat tidak adanya kepedulian dari pihak agensi."Kematian Elis karena para majikan, agen, dan pemerintah tidak mendukung kami," kata salah satu pengunjuk rasa, Eni. "Kami menuntut keadilan bagi Elis. Tuntut agen!," teriak rekan-rekan TKI nahas itu di depan kantor agensi kemarin.(Fit)