TUNIS – Matatelinga, Kelompok militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan brutal di Museum Bardo di Kota Tunis, Tunisia. Pernyataan itu diperoleh dari sebuah rekaman suara yang diunggah secara online.“Invasi di salah satu sarang kafir dan Muslim Tunisia itu diberkati,” demikian suara pernyataan itu, seperti dikutip Fox News dan dilansir laman okezone.com, Jumat (20/3/2015).Rekaman suara itu juga menyatakan ada dua pelaku penyerangan di Museum Bardo, mereka beraksi sampai kehabisan amunisi, dan menjanjikan akan melakukan serangan lebih lanjut.Dalam akun Twitter yang diyakini terkait dengan kelompok ISIS juga menggambarkan kegembiraan atas serangan di Tunisia. Dalam akun itu tertulis ‘ikutilah saudara-saudara kami’.Salah seorang pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi kepada Fox News bahwa mereka juga menyadari pernyataan dari rekaman suara itu dan akan mengkaji lebih jauh.Kelompok ISIS sebenarnya diyakini tidak pernah memiliki keterkaitan dengan Tunisia. Namun, mereka telah mulai menebar ancaman di negara tetangga Tunisia, seperti Libya dan Aljazair.Salah seorang analis anti-teror mengatakan kepada Fox News, serangan di museum itu mungkin berhubungan dengan kematian Ahmed Rouissi, seorang komandan senior ISIS di Libya yang tubuhnya ditemukan pekan lalu di dekat Kota Sirte.(Fit)