JAKARTA – Matatelinga, Pada Jumat, 20 Maret 2015, kelompok militan Houthi dilaporkan meluncurkan serangan udara terhadap Istana Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi, di Kota Aden, bagian barat Yaman, dan juga Bandara Internasional Aden.Hal tersebut membuat kepanikan beberapa warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Yaman. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan, sudah ada beberapa WNI di Yaman yang minta untuk dipulangkan.“Proses pemulangan WNI dari Yaman sudah mulai ada perkembangan. Pada saat dibuka pendaftaran, ada sekira 158 orang yang mendaftar untuk dipulangkan. Dari data yang kami miliki, ada sekira 4.000 WNI yang berada di Yaman,” ujar Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, saat ditemui kalangan media di Jakarta, beberapa waktu lalu.“Hingga saat ini saya tidak mendapatkan laporan ada WNI yang menjadi korban, terutama di Kota Aden. Karena menurut laporan yang saya terima, tidak semua lokasi di Yaman sedang darurat konflik. Di beberapa tempat yang kebanyakan ditinggali WNI kita, saya mendapat laporan di situ aman-aman saja,” lanjutnya.Seperti diberitakan, kondisi pemerintahan Yaman sedang bergejolak. Kelompok militan Houthi dan Syiah dilaporkan telah berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Hadi dengan menguasai Istana Kepresidenan Yaman pada Rabu, 21 Januari 2015.Selain itu, mereka juga membubarkan Parlemen Yaman pada 6 Februari 2015 serta mengangkat Mohammed Ali al Houthi sebagai presiden yang baru. Akibat hal tersebut, pemerintahan yang dibuat Kelompok Houthi tidak mendapatkan pengakuan dari pihak internasional. Demikian dilansir laman okezone.com, Rabu (25/3/2015)(Fit)