JAKARTA – Matatelinga, Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, meminta negara-negara yang bersengketa di kawasan Laut China Selatan untuk menghindari konflik bersenjata. Dia mengatakan Pemerintah Indonesia akan tetap melakukan patroli di kawasan itu untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih besar.“Sebetulnya kita tidak terlibat di sana, tapi itu tetangga semua. Kita adakan patroli di sana untuk perdamaian. Artinya kita mencegah kalau terjadi konflik menggunakan kekerasan bersenjata. Ini harus kita hindari,” kata Menhan Ryamizard kepada wartawan di Kedutaan Besar Singapura, Jakarta, Kamis (26/3/2015). Seperti dilansir laman okezone.comHal itu juga ditegaskan Menhan RI pada pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN di Langkawi, Malaysia, pada 16 Maret 2015. Menhan RI mengatakan konsep-konsep yang diajukan oleh Indonesia itu telah dipahami oleh negara-negara yang hadir.Selain mengenai sengketa di Natuna, Menhan juga menyerukan kerjasama lanjutan antara Indonesia, Singapura dan Malaysia untuk berpatroli di daerah Selat Malaka. Patroli ini bertujuan untuk menangkal bahaya bajak laut di daerah tersebut."KIta antispasi jangan sampai akibat klaim itu menggunakan kekuatan bersenjata. Itu berpengaruh pada visi presiden kita. Laut China Selatan adalah poros dunia. Supaya poros itu lancar, harus diamankan," lanjutnya.Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan kepada Pemerintah China agar menghormati Kode Etik tentang Laut China Selatan. Dia meminta menggelar dialog antara China dan Jepang serta China dengan ASEAN sebagai pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa.(Fit)