JAKARTA – Matatelinga, Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA). Wakil Menteri Luar Negeri RI A M Fachir menyatakan akan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kerjasama dengan negara-negara bagian selatan.“KAA adalah momentum, dan momentum itu tidak perlu ditunggu tapi harus diciptakan. Jadi, antara lain, KAA juga akan kita manfaatkan. Temanya pun seperti itu memperkuat kerjasama negara selatan-selatan,” kata Wamenlu Fachir kepada wartawan, di Jakarta, Senin (30/3/2015).“Kita sering bicara konsep, strategi, dan lainnya, bahkan banyak sekali rencana dan wacana. Tapi, sering kali terhenti di wacana,” sambungnya.Pada 2005, Indonesia sudah membuat sebuah kerjasama yang disebut New Strategic Asia Africa. Kini, kerjasama itu sudah berlangsung selama 10 tahun. Wamenlu Fachir berniat mengevaluasi program tersebut dengan berbagai cara.“Ada dua pendekatan yang bisa kita lakukan. Pertama, get real bussines, baik melalui investasi, serta perdagangan. Kedua, melalui kerjasama pembangunan lain,” ungkap Wamenlu Fachir.Namun, mantan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi itu menyayangkan banyak MoU yang sudah disepakati masih belum berjalan.“Intinya, lihat yang tertunda kemarin MoU seperti apa? Begitu banyak MoU yang disepakati tapi seakan-akan hanya di atas kertas. Kita tidak ingin hal seperti itu terulang lagi,” kata Wamenlu Fachir.“Jangan sekadar hitam di atas putih. Itu yang kita kejar sekarang. Kita minta yang betul-betul MoU yang bisa dilaksanakan,” sambungnya. Demikian dilansir laman okezone.com, Senin (30/3/2015)(Fit)