NAIROBI – Matatelinga, Kelompok militan al Shabaab klaim bertanggung jawab atas serangan brutal yang terjadi di Universitas Garissa, Kenya. Mendengar hal tersebut, Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, mengecam dan bersumpah menghancurkan militan al Shabaab.“Kami sangat mengecam aksi biadab yang dilakukan kelompok militan al Shabaab. Saya bersumpah untuk menghancurkan kelompok radikal itu,” ujar Presiden Kenyatta, seperti diberitakan Al Jazeera dan dikutip laman okezone.com, Minggu (5/4/2015).“Waktunya telah tiba bagi kita untuk jujur dengan diri sendiri dan satu sama lain. Aksi radikal yang melahirkan terorisme di kampus Kota Garrisa menjadi sorotan kita bersama. Pemerintah juga membutuhkan kerjasama dari semua warga Kenya untuk mengatasi akar masalah ini,” lanjutnya.Serangan brutal di Universitas Garissa yang dilakukan kelompok militan Somalia itu terjadi pada Kamis, 2 April 2015. Lima pria bertopeng yang mengaku sebagai anggota al Shabaab menyerang Universitas Garissa, sekira 200 kilometer dari perbatasan Somalia. Mereka memburu dan mengeksekusi ratusan pelajar dengan melepaskan tembakan secara brutal.Peristiwa mencekam itu pada akhirnya menyebabkan 150 orang tewas. Menteri Dalam Negeri Kenya, Joseph Nkaissery mengatakan, 142 korban tewas merupakan pelajar, dan sisanya adalah polisi dan pasukan keamanan Kenya.Sebelumnya, kelompok militan al Shabaab menyatakan tidak puas menghabisi sebanyak 150 orang dalam serangan ke Universitas Garissa. Kelompok militan Somalia itu pun mengancam akan menghabisi lebih banyak warga Kenya.(Fit)