Matatelinga.com, Seorangpria menyerahkan diri dan mengaku sebagai pelaku yang mengirimkan pesawat tanpaawak (drone)pembawa bahan radio aktif dikantor Perdana Menteri (PM) Jepang. Warga Prefektur Fukui, Yasuo Yamamoto itukemudian ditahan dengan tuduhan mengganggu urusan negara.
Laporandari media Jepang yang dilansir Reutersdan dikutip laman okezone.com, Sabtu (25/4/2015), menyebutkan bahwa Yamamotomenyerahkan diri ke markas kepolisian di Fukui pada Jumat 24 April 2015. Diamengakui motifnya melakukan aksi itu untuk memprotes penggunaan tenaga nuklirdi Jepang. Pria berusia 40 tahun itu mengaku mendapatkan bahan radio aktif yangdikirimkannya dari Fukushima.
PadaRabu 22 April 2015, sebuah drone yang membawa botol berisi bahan radio aktif ditemukandi atas atap kantor PM Jepang di Tokyo. Radiasi dari bahan radio aktif tersebutsangat kecil dan tidak berbahaya bagi manusia, meski begitu kejadian itu cukupmenimbulkan kegemparan.
Penggunaantenaga nuklir di Jepang memang masih menjadi perdebatan setelah reaktor nuklirFukushima mengalami kebocoran akibat bencana tsunami dan gempa bumi yangmelanda Jepang pada 2011. Kebocoran itu menyebabkan tersebarnya radiasiberbahaya yang dapat menyebabkan kanker dan memaksa warga di sekitar reaktormengungsi hingga saat ini.
Meskiada kekhawatiran mengenai keamanan, pengadilan Jepang 23 April 2015,mengesahkan rencana untuk mengaktifkan kembali pusat tenaga nuklir Jepang.
(Fit)