Matatelinga.com, DepartemenHukum Filipina memanggil perekrut Mary Jane, Mary Christine Gulles Pasadilla,untuk pemeriksaan pendahuluan (preliminary investigation) pada Mei mendatang.Pasadilla alias Maria Krisina P. Sergio dipanggil atas dugaan perdaganganmanusia, perekrutan tenaga kerja ilegal, dan penipuan. Pengadilan atasPasadilla akan diselenggarakan pada 8 dan 14 Mei 2015 seperti dilansir dari ABS-CBN News dandikutip laman okezone.com, Rabu (29/4/2015)
Pasadilladilaporkan oleh Mary Jane Veloso melalui Divisi Anti PerdaganganManusia Biro Investigasi Nasional ( National Bureau of Investigation Anti-HumanTrafficking Division/NBI AHTRAD) di FIlipina. Kasus Pasadilla ditangani olehAsisten Jaksa Susan Azarcon.
Dalamlaporan empat halaman yang diterima oleh Jaksa Agung Filipina Claro Arellano,NBI AHTRAD menjelaskan perekrutan Mary Jane dilakukan sekitar April 2010. Saatitu Mary Jane diperintahkan untuk melakukan perjalanan dengan tas berisi barangilegal. Dalam laporan disebutkan Mary Jane tidak mengetahui isi tas itu.
"MaryJane adalah korban yang tidak mengetahui bahwa ada narkoba di dalam tas yangdia bawa. Dia adalah korban penipuan dan manipulasi yang dilakukan perekrutilegal. Korban, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa bermaksud pergi keMalaysia untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga demi membantu keuangankeluarganya," isi laporan NBI AHTRAD dikutip dari ABS-CBN News.
Sepertidiberitakan, Mary Jane Veloso dijatuhi pidana mati oleh pemerintah Indonesiaatas penyelundupan heroin seberat 2,6 kilogram. Pemerintah Filipina lantas berupayamelobi pemerintah Indonesia untuk menunda eksekusi dengan mempertimbangan sikapkooperatif Mary Jane dalam mengungkap jaringan narkoba. Menjelang menitterakhir tembak mati dimulai, pemerintah Indonesia menunda eksekusimati Mary Jane.
(Fit)