Matatelinga.com, Para korban yang rata-rata rumahnya hancur akibat gempa bahkan sempat bentrok dengan polisi anti hura hara.Penyaluran bantuan yang kurang baik di Nepal usai bencana gempa 7,9 SR membuat warga yang menjadi korban marah.Pada Rabu (29/4), warga yang marah berunjuk rasa di Kathmandu kaena kurangnya transportasi dari kota dan keterlambatan dalam pendistribusian bantuan. Ribuan orang juga menunggu bus untuk membawa mereka ke daerah pedesaan."Kami ditinggalkan kelaparan dalam keadaan kedinginan dan yang terbaik yang bisa diberikan pemerintah adalah antrean ini," ujar seorang korban gempa, Rajana, saat mengantre menunggu bus untuk kembali ke rumahnya yang berada di desa seperti dikutip dari BBC, Kamis (30/4/2015).Pada aksi demo tersebut, seorang saksi mengatakan sebuah truk yang membawa air minum dihentikan paksa di jalan dan pengunjuk rasa naik di atasnya. Mereka lantas melemparkan botol-botol ke arah kerumanan massa. Emosi pun berkobar, sementara polisi anti hura hara berdiri di belakang gulungan kawat berduri saat demonstran turun ke jalan.Sementara itu juga dilaporkan, beberapa awak helikopter yang berhasil mencapai di daerah terpencil di Nepal dihadapkan pada para penduduk desa yang putus asa. Mereka memohon untuk dievakuasi dengan helikopter.Kerusuhan juga terjadi di Desa Sangachowk di mana para penduduknya marah dan memblokir jalan utama dengan ban. Sebuah truk yang membawa bantuan seperti beras dihentikan saat sedang menuju daerah lain."Kami tidak diberi makanan oleh pemerintah. Truk yang membawa beras lewat dan tidak berhenti. Posko Kabupaten mendapatkan semua makanan," ucap seorang warga setempat, Udhav Giri.Bahkan penduduk desa juga dilaporkan memblokir konvoi truk tentara yang membawa banyak pasokan bantuan. Ketegangan terjadi antara warga dengan tentara bersenjata. Di wilayah timur Kathmandu tepatnya di Dolakha, kemarahan warga berujung pada pemecahan kaca jendela di gedung administrasi lokal."Lebih dari 200 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Kami telag diberitahu bahwa bahan-bahan (bantuan) dalam perjalanan, tapi kami belum juga menerimanya," ungkap Kepala Distrik Petugas Prem Lal Lamichhane.Pemerintah Nepal sendiri sebelumnya mengaku kewalahan dengan adanya bencana gempa yang menewaskan lebih dari 5.000 orang tersebut. PBB sendiri mengucurkan dana sebanyak 415 miliar dollar untuk membantu korban yang terkena dampak gempa Nepal.Pasalnya meski bantuan mulai datang, sejumlah orang di daerah terpencil yang paling dekat dengan pusat gempa justru terdampar tanpa tempat tinggal, makanan, dan air. PBB mengatakan ingin mendukung upaya pemerintah untuk memberikan bantuan darurat di Nepal selama 3 bulan ke depan."Upaya perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk memastikan bantuan yang vital mencapai semua yang terkena dampak, terutama di daerah terpencil," tutur Koordinator PBB untuk Nepal, Jamie McGoldrick.Terlepas dengan adanya kerusuhan tersebut, sejumlah warga yang rumahnya tidak hancur memutuskan kembali setelah menghabiskan 4 malam di tempat terbuka. Bahkan ada informasi mesin uang telah diisi ulang dan beberapa pedakang kakli lima juga sudah mulai kembali berdagang.Kabar menggembirakan juga datang usai tim penyelamat mengevakuasi seorang warga yang terjebak di dalam reruntuhan hotel Kathmandu selama 82 jam. Pria bernama Riski Khanal (27) mengatakan bertahan dengan dikelilingi mayat-mayat dan minum dari air kencingnya sendiri untuk bertahan hidup.(Mt/Dtc)