Matatelinga.com, Tim udara untuk pencarian dan evakuasi Warga Negara Indonesiadi Nepal mulai bergerak hari ini, Minggu (3/5/2015). Helikopter swasta yangdisewa bergerak dari Bandara Tribhuvan pukul 06.30 waktu setempat.
Helikopter itu diawaki pilot lokal, dari perusahaan Sheer Airlines.Sementara tim pemerintah yang ikut terbang adalah Letkol (Pnb) IndanGilang,Kapten Santoso,Kapten Ario Suseno (dari TNI Angkatan Udara), BenjaminSetiabudi (Taruna Hiking Club), danSabda Thian (Kemlu).
Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal, IwanWiryanata Atmadja turut mengantar tim di bandara.
Operasi ini terlambat 24 jam dari rencanasemula. Biang masalahnya jumlah helikopter swasta yang bisa disewa amatterbatas. Selain antre, penggunaan setiap angkutan udara di Nepal sejak gempa25 April, harus melalui izin Kementerian Dalam Negeri. Tim dari TNI AU dan Kementerian Luar Negeri kini berencana mengirim notadiplomatik ke pemerintah Nepal.Helikopter swasta itu akan diarahkan ke area Langtang, lokasi terakhir tigapendaki asal Bandung, Jawa Barat, yang sampai sekarang belum bisa dihubungi. Diperkirakan Kadek Andana (26), Alma Parahita (31), dan Jeroen Hehuwat (36) dariTaruna Hiking Club berada di antaratigakoordinat di Kyanjin Gompa, Dhunce, pegunungan taman nasionalLangtang yang akan disisir oleh tim udara.
Kurangnyahelikopter untuk evakuasi ini sudah dirasakan sejak lima hari terakhir. Pihakmiliter Nepal hanya memiliki 20 helikopter untuk kepentingan SAR. Sementaratambahan milik swasta tidak signifikan buat melayani kebutuhan banyak negaramencari warganya yang hilang di negara itu. Demikian dikutip laman merdeka.com,Minggu (3/5/2015)
(Fit)