Matatelinga.com, Laporanawal investigasi terhadap musibah kecelakaan kereta yang keluar jalur danmenewaskan lima orang mulai terungkap.
Badankeselamatan transportasi Amerika Serikat (National Transportation SafetyBoard/NTSB) mengindikasikan jika kereta melaju melebihi batas kecepatanmaksimal.
“Keretamelaju dengan kecepatan mencapai 160 kilometer per jam, sedangkan bataskecepatan maksimal hanya 80 kilometer per jam,” ujar ahli dari NTSB, RobertSumwalt, seperti dilansir Al Jazeeradan dikutip laman okezone.com, Kamis (14/5/2015).
Timpeneliti dari NTSB menemukan bukti jika terjadi kerusakan rem pada lokomtifkereta, kemungkinan sang masinis kereta melakukan rem mendadak.
“Keretamelaju melebihi kecepatan normal, sehingga masinis mengerem kereta secaramendadak. Inilah penyebab kereta keluar dari relnya,” tambah Sumwalt.
Namun,pihak NTSB belum mau menyimpulkan jika masinis kereta menjadi tersangka utamadalam kasus ini. Mengingat sang masinis yang identitasnya dirahasikan kinimasih dalam perawatan di rumah sakit.
Sumwaltmengatakan jika masinis dapat mengemudikan kereta dengan cepat jika ada izindari otoritas stasiun, NTSB pun akan memulai penyelidikan ke pihak stasiunterdekat untuk mencari tahu pihak yang memberikan izin masinis kereta dapatmelaju hingga kecepatan 160 kilometer per jam.
Sebelumnya,Setidaknya lima orang tewas karena kecelakaan kereta di Philadelphia, AmerikaSerikat pada Selasa 12 Mei. Kereta Amtrak yang mengalami kecelakaan sedangmelakukan perjalanan dari Washington DC menuju New York mengalami kecelakaandan keluar jalur di Port Richmond, Philadelphia. Kereta tersebut membawa 240penumpang.
(Fit)